Palu (ANTARA) - Komunitas Pojok Rupiah dan Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Sulawesi Tengah menggencarkan kampanye kemanusiaan HIV/AIDS guna meningkatkan kesadaran masyarakat mencegah penyakit tersebut.
"HIV/AIDS dipicu pergaulan bebas, maka lewat kampanye ini kami mengajak masyarakat mengutamakan moral, mengedepankan sisi kesehatan," kata Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhiddin pada kampanye kemanusiaan HIV/AIDS di Palu, Sabtu.
Di kesempatan itu ia meminta masyarakat, terutama generasi muda menjauhi pergaulan bebas, karena tindakan seperti itu merusak mental maupun moral, termasuk memberikan dampak negatif terhadap kesehatan.
Baca juga: Kasus HIV di Kota Sorong capai 4.431 orang hingga April 2026
Maka kampanye yang digagas Pojok Rupiah salah satu langkah positif dalam membangun kehidupan sosial yang lebih bermartabat, sekaligus bagian dari edukasi tentang pencegahan dan dampak kesehatan yang ditimbulkan yaitu HIV/AID.
"Kami berharap masyarakat sadar bahaya HIV/AIDS, kemudian masyarakat juga perlu memberi penguatan kepada penderitanya supaya mereka memiliki semangat hidup," ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palu Rochmat Jasin mengemukakan jumlah kasus HIV/AIDS di ibu kota Sulawesi Tengah secara akumulatif selama 25 tahun terakhir mencapai sekitar 2.021 kasus.
Baca juga: Dinkes Bali sebut 31 persen kasus HIV disumbang warga luar
Maka Pemkot Palu terus melakukan upaya pencegahan penularan, baik melalui sosialisasi dan edukasi maupun penguatan perilaku hidup sehat.
"Paling penting adalah bagaimana kita membangun perilaku hidup bersih dan sehat. Kami memiliki komitmen kuat menyejahterakan masyarakat dari sisi kesehatan, termasuk edukasi berkelanjutan supaya HIV/AIDS tidak menjadi penyakit yang mewabah," ucapnya.
Kata dia peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tersebut.
"Pemkot Palu telah menyediakan fasilitas kesehatan (faskes) rujukan untuk pemeriksaan HIV/AIDS yakni Puskesmas Birobuli dan Puskesmas Talise. Silakan masyarakat manfaatkan faskes itu untuk melakukan pemeriksaan mandiri," tutur Rochmat.
Baca juga: Papua Barat kembangkan edukasi kreatif cegah pelajar terpapar HIV/AIDS
Baca juga: Dinkes Papua Tengah optimalkan deteksi dini HIV di puskesmas
Pewarta: Mohamad Ridwan
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
58 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·