Polda Metro Bantah Model AWS Dibegal: Iseng

Sedang Trending 49 menit yang lalu
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto dalam jumpa pers mengenai update penanganan pencurian dengan kekerasan (curas) di Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada Rabu (20/5/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Polda Metro Jaya memastikan informasi yang beredar di media sosial terkait seorang model wanita berinisial AWS yang disebut kritis usai menjadi korban begal di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, tidak benar.

Polisi menyebut AWS bukan korban tindak pidana pembegalan maupun kejahatan lainnya melainkan dibuat karena iseng dan untuk mengglorifikasi maraknya kasus begal yang belakangan viral di media sosial.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan pihaknya telah melakukan pendalaman bersama Direktorat PPA dan PPO Polda Metro Jaya, Satres PPA PPO Polres Jakarta Barat, Polsek Kebon Jeruk, serta melibatkan UPT P3A, tim psikologi, dan Dokkes Polda Metro Jaya.

“Yang bersangkutan bukanlah menjadi korban begal ataupun tindakan kriminal lainnya,” kata Budi dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Rabu (20/5).

Menurut Budi, dari hasil pendalaman terungkap terdapat dua alasan di balik pengakuan tersebut.

Ilustrasi begal motor. Foto: Seksan Mongkhonkhamsao/Getty Images

“Apa motifnya? Yang pertama karena iseng, yang kedua ingin mengglorifikasikan beberapa kejadian viral tentang begal,” ujarnya.

Sebelumnya, informasi mengenai AWS ramai beredar di media sosial. Dalam narasi yang tersebar, model sekaligus MUA itu disebut menjadi korban begal setelah pulang dari kegiatan pemotretan di wilayah Kebon Jeruk, Jakarta Barat, hingga dikabarkan dalam kondisi kritis.

Namun, polisi memastikan informasi tersebut tidak sesuai fakta.

Polda Metro Jaya bahkan telah melakukan verifikasi ke rumah sakit yang disebut menangani AWS. Hasilnya, tidak ditemukan data pasien atas nama yang bersangkutan.

“Hal tersebut juga sudah diklarifikasi dari manajemen Rumah Sakit Sumber Waras Jakarta Barat, tidak ada nama saudari AWS selama satu bulan terakhir di bulan ini,” kata Budi.

Meski tidak ditemukan unsur pidana, polisi tetap melakukan pendampingan psikologis terhadap AWS.

Budi mengatakan pihak kepolisian tetap mengapresiasi masyarakat yang aktif melaporkan dugaan tindak kriminal melalui media sosial. Namun, ia mengimbau publik lebih bijak dalam menyebarkan informasi agar tidak menimbulkan keresahan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bijak bersosial media, untuk tidak mengembuskan berita-berita yang menyesatkan sehingga menimbulkan kegaduhan di ruang digital dan di ruang publik,” ujarnya.