Polisi Buru Oknum Ormas Pemalak Pedagang Ayam Geprek di Depok

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Aksi premanisme oleh oknum yang mengaku anggota organisasi kemasyarakatan (ormas) menyasar pedagang UMKM di Jalan Raya Meruyung, Limo, Depok, pada Kamis (7/5/2026). Pelaku yang dilaporkan dalam kondisi mabuk tersebut melarikan diri saat aparat kepolisian tiba di lokasi kejadian.

Upaya pemerasan ini terjadi di sebuah gerai ayam geprek dan sempat memicu keresahan warga sekitar. Dilansir dari Detikcom, meskipun sempat mendapat intimidasi, pemilik usaha tidak mengalami kerugian materi karena menolak memberikan uang kepada pelaku.

Kapolsek Cinere Kompol Chairul Saleh menjelaskan bahwa pihak kepolisian segera bertindak setelah menerima laporan mengenai keberadaan oknum yang meresahkan tersebut di wilayah hukumnya.

"Berdasarkan informasi yang dihimpun, seorang oknum yang mengaku sebagai anggota organisasi kemasyarakatan (Ormas) mendatangi pedagang dalam kondisi mabuk atau di bawah pengaruh alkohol," ujar Kompol Chairul Saleh dalam keterangan tertulis, Jumat (8/5/2026).

Setibanya petugas di Jalan Raya Meruyung, pelaku diketahui sudah tidak berada di tempat. Kompol Chairul Saleh menegaskan bahwa korban bersikap berani sehingga pelaku gagal mendapatkan hasil dari aksi pemalakan tersebut.

"Petugas segera menuju TKP setelah menerima laporan. Namun, pelaku sudah melarikan diri. Beruntung, pelaku pergi tanpa membawa hasil karena korban berani menolak dan tidak memberikan uang yang diminta," ucap Kompol Chairul Saleh.

Sebagai langkah antisipasi, Polsek Cinere berkomitmen untuk menindak tegas segala bentuk praktik premanisme yang mengganggu ketertiban umum. Masyarakat serta para pelaku usaha diminta untuk tidak ragu melaporkan segala bentuk ancaman atau gangguan keamanan.

"Tetap waspada, selalu tingkatkan kewaspadaan terhadap oknum-oknum yang mencoba melakukan pungutan liar dengan dalih apapun," tutur Kompol Chairul Saleh.

Saat ini, aparat kepolisian masih terus melakukan pemantauan intensif dan patroli rutin di sekitar wilayah Meruyung dan Limo. Proses pencarian terhadap pelaku masih terus berjalan guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.