Polisi Buru Pelindung Pelaku Pembacokan Pelajar di Yogya

Sedang Trending 1 jam yang lalu

POLRES Kota Yogyakarta memburu pihak yang menyediakan rumah persembunyian bagi geng pelajar pelaku penganiayaan terhadap remaja. Akibat penganiayaan yang terjadi Ahad kemarin, korban tewas.

AA, 18 tahun, tewas dengan sekujur luka setelah dianiaya di kawasan Kotabaru, dekat Stadion Kridosono. "Dari pemeriksaan tiga tersangka yang sudah kami tangkap kemarin, muncul satu nama, SR, dia yang diduga menyiapkan fasilitas persembunyian para tersangka ke Cilacap ini," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Yogyakarta Komisaris Riski Adrian, Jumat, 22 Mei 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

SR diduga menjadi otak dari skenario kaburnya para pelaku. Ia memberikan fasilitas penuh dan mengoordinasikan pelarian menuju Cilacap lantaran memiliki relasi dengan pemilik rumah yang dijadikan tempat persembunyian. 

Penyidik masih mendalami hubungan antara SR dengan kelompok lain di lokasi persembunyian tersebut melalui proses pelacakan intensif. “Yang bersangkutan yang menyiapkan rumah di sana, karena kenal dengan orang di sana yang memiliki rumah itu," kata dia.

Peran SR akan membuka kasus ini menjadi terang benderang. Karena ia selama ini menjadi penghubung dengan anggota geng yang terlibat. Dengan munculnya nama SR ini, total ada empat buron lagi yang masih dikejar polisi terkait kasus penganiayaan itu. "Semua identitas pelaku yang belum kami tangkap sudah ada semua, termasuk alamat rumah mereka," kata Riski.

Polisi telah menangkap tiga pelaku utama penganiayaan ketika mereka bersembunyi di sebuah rumah di Cilacap Jawa Tengah Rabu, 20 Mei 2026 lalu. Rumah ini juga dijadikan tempat persembunyian bagi geng lain asal Yogya yang terlibat kejahatan lainnya.

Ketiga pelaku yang ditangkap merupakan pelajar aktif berinisial AF, serta dua orang pria dewasa berinisial MY dan LA. Ketiganya telah ditetapkan tersangka.

Keberadaan rumah di Cilacap itu teridentifikasi menjadi markas berkumpulnya geng sekolah dan geng motor dari wilayah Yogyakarta maupun Cilacap.  Riski mengungkap, dalam kasus itu, para pelaku yang tertangkap mengaku tidak kenal dan tak tahu menahu identitas anggota kelompok geng lain yang berada di lokasi persembunyian tersebut.

Namun, dari penelusuran polisi, rumah itu ternyata juga menjadi lokasi persembunyian yang sama dari delapan anggota geng dari Kabupaten Bantul yang sempat mengeroyok pelajar hingga tewas pada Mei lalu.

Dari SR ini, polisi berharap dapat menggali lebih dalam mengenai keterkaitan jaringan antar-geng ini. “Mungkin nanti apabila SR ini sudah kami tangkap atau menyerahkan diri, baru bisa menggali hubungan (geng Yogya) dengan kelompok yang di Cilacap,” kata Riski.

Kapolresta Yogyakarta Komisaris Besar Eva Guna Pandia memaparkan berdasarkan hasil penyelidikan terbaru, total pelaku di lapangan berjumlah enam orang yang mengendarai tiga sepeda motor matik, ditambah dengan pihak luar yang memfasilitasi pelarian mereka. 

Tiga pelaku itu merupakan warga Gondokusuman, Kota Yogya, dan dua warga Mlati, Kabupaten Sleman. Pandia kembali mengeluarkan imbauan tegas kepada para orangtua dari tiga pelaku lapangan yang tersisa serta satu penyedia safe house itu. Agar segera menyerahkan anak-anak mereka untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.