Aparat kepolisian menangkap seorang wasit UEFA atas dugaan melakukan pelecehan seksual terhadap seorang remaja laki-laki di sebuah hotel di Inggris. Penangkapan tersebut dilakukan setelah sang wasit dituduh melakukan kontak fisik tanpa persetujuan sebelum berlangsungnya pertandingan kompetisi tingkat Eropa.
Dilansir dari Detik Sport yang mengutip Daily Mail, wasit berkebangsaan non-Inggris tersebut diduga membujuk korban untuk masuk ke kamar hotelnya. Pihak kepolisian setempat saat ini sedang melakukan penyelidikan mendalam setelah menerima laporan mengenai insiden tersebut yang terjadi di area publik hotel.
Keterangan dari sumber internal yang dikutip melalui The Sun mengungkapkan bahwa sang wasit terlihat menjalin komunikasi dengan korban di fasilitas umum hotel tersebut. Selain tuduhan perabaan, pelaku disinyalir mencoba mengarahkan remaja tersebut menuju ruang pribadinya.
"Dia tampaknya mulai berbicara dengan seorang remaja di area umum hotel," ungkap sumber tersebut.
Informasi lebih lanjut menyebutkan bahwa tindakan tersebut dianggap sangat tidak pantas mengingat status pelaku sebagai pejabat pertandingan resmi. Penangkapan baru dilakukan setelah yang bersangkutan menyelesaikan tugasnya memimpin sebuah pertandingan di wilayah Inggris.
"Dia dituduh melakukan sentuhan dan meraba-raba remaja tersebut tanpa persetujuannya serta mencoba membujuknya ke kamarnya. Ini mengejutkan dan sama sekali tidak pantas jika benar," lanjut sumber itu.
Identitas wasit tersebut belum diungkap secara resmi, namun ia diketahui merupakan salah satu pengadil lapangan yang masuk dalam daftar bertugas untuk Piala Dunia 2026. Turnamen bergengsi tersebut rencananya akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Pihak UEFA selaku federasi sepak bola Eropa telah memberikan tanggapan resmi mengenai keterlibatan personelnya dalam masalah hukum ini. Organisasi tersebut menyatakan kekhawatirannya dan mengambil langkah tegas dengan membekukan penugasan sang wasit.
"Kami memantau situasi ini dengan sangat prihatin. Sementara itu, pejabat tersebut tidak akan dipertimbangkan untuk bertugas di pertandingan kompetisi UEFA mana pun," tegas UEFA.
Akibat skandal ini, posisi wasit tersebut diprediksi akan dicoret dari rekomendasi penugasan internasional di masa mendatang. Otoritas keamanan masih terus mengumpulkan bukti terkait laporan pelecehan dan upaya pembujukan non-konsensual tersebut.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·