Presiden Prabowo Subianto membeli sapi kurban dari peternak di Kota Sukabumi, Jawa Barat. Saat ini, sapi tersebut memiliki bobot mencapai 1, 170 ton dan diperkirakan bobotnya masih akan terus bertambah hingga pelaksanaan kurban.
Sapi itu diberi nama 'Predator' karena memiliki postur tubuh yang besar dan gagah.
Sapi itu dibeli dari Tisa Dera, peternak di Kota Sukabumi. Dia bersyukur karena kembali mendapat kepercayaan dari Presiden Prabowo untuk menyediakan sapi kurban.
"Alhamdulillah pada tahun ini kami diberikan kesempatan, sapi kami dipilih kembali oleh Bapak Presiden Prabowo untuk menjadi salah satu Banmas-nya di Kota Sukabumi. Semoga menjadi sapi yang membawa manfaat untuk masyarakat Sukabumi khususnya," ujarnya.
Tisa menyatakan hewan kurban berusia lebih dari tiga tahun tersebut dinilai sudah memenuhi syarat untuk kurban karena dalam kondisi sehat dan rutin menjalani pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan serta petugas dinas terkait.
"Jenisnya ini Limousin, umurnya sudah 3 tahun lebih. Sudah sangat cocok untuk dipakai kurban. Dagingnya sudah oke," imbuhnya.
Mengenai nama Predator yang diberikan ke sapi, Tisa menyatakan karena melihat dari kondisi badan sapi yang gagah. "Biar lebih gagah ya, sesuai dengan perawakannya," jelasnya.
Dia menyatakan Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki telah meninjau langsung sapi kurban tersebut. Wali Kota, kata Tesa, menyebut sapi itu akan disembelih di sebuah pondok pesantren di wilayah Cigunung, Kota Sukabumi, saat Hari Raya Idul Adha.
"Untuk Banmas yang di Sukabumi ini cuma satu. Arahan tadi sama Bapak Wali, di daerah Cigunung, di pesantren," terangnya.
Saat ini sapi masih berada di kandang milik peternak yang berlokasi di wilayah Kibitay, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi.
Tisa juga menjelaskan pada momentum Idul Adha sebelumnya, Presiden Prabowo juga pernah membeli sapi dari peternakannya.
"Alhamdulillah kami mendapatkan kepercayaan dari tahun ke tahun menjadi salah satu penyuplai. Banyak sekali memang Bapak ini pesan hewan kurban," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi, Adrian Hariadi memastikan sapi tersebut dalam keadaan sehat dan terus mendapat perawatan oleh peternak.
Dia menyatakan sapi terus dipantau dokter hewan dan diberikan pakan secara rutin agar bobotnya terus bertambah sampai hari pelaksanaan kurban.
"Kita memonitor terus setiap hari untuk kesehatan, termasuk juga makanannya. Kita berharap nanti pas Idul Adha ada peningkatan berat, termasuk juga Insyaallah sehat. Termasuk didampingi langsung oleh dokternya," katanya.
Ia menambahkan, proses pemilihan sapi untuk Presiden Prabowo dilakukan melalui tahapan, berawal dari pengusulan, kemudian disurvei dan pemeriksaan ketat.
Yang utama yakni sapi harus memiliki bobot di atas satu ton serta berada dalam kondisi sehat dan layak untuk kurban.
"Awalnya kita menawarkan, pertama bobot harus sapi di atas 1 ton, kondisinya sehat. Terus dilihat, disurvei ke sini, termasuk kita kirim-kirim dokumen ke provinsi. Terus dicek, memenuhi kriteria dan kemarin hari Senin dilakukan pembayaran oleh Setpres," pungkasnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·