Menurut laporan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, pertemuan itu membahas perkembangan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang terus bergerak dinami
Meski kondisi ekonomi domestik masih berada dalam jalur yang terjaga, pemerintah disebut tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi risiko eksternal yang dapat berdampak pada perekonomian nasional.
“Pemerintah menyiapkan langkah antisipatif untuk merespons dampak konflik global sekaligus menjaga momentum pertumbuhan,” kata Seskab.
Dalam kesempatan itu, Luhut juga memaparkan sejumlah skenario kebijakan yang tengah disiapkan pemerintah.
Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan stabilitas fiskal tetap terjaga di tengah tekanan global yang tidak menentu.
“Ketua Dewan Ekonomi Nasional menyampaikan sejumlah skenario kebijakan untuk menjaga daya beli masyarakat serta memastikan APBN tetap terkendali, termasuk melalui penguatan digitalisasi pemerintahan (govtech),” papar Teddy.
Lebih lanjut, pemerintah mulai mengakselerasi transformasi digital dalam penyaluran bantuan sosial sebagai bagian dari reformasi tata kelola.
Uji coba digitalisasi bansos saat ini tengah berlangsung di Banyuwangi, dengan rencana perluasan ke puluhan daerah lain sebagai upaya meningkatkan transparansi dan ketepatan sasaran.
“Digitalisasi bantuan sosial saat ini tengah diuji coba di Banyuwangi dan akan diperluas ke 42 kabupaten/kota. Langkah ini diharapkan meningkatkan transparansi dan ketepatan sasaran penyaluran bansos,” jelasnya.
Selain fokus pada stabilitas domestik, pemerintah juga berupaya menangkap peluang di tengah dinamika global, khususnya dalam menarik arus investasi dari kawasan Timur Tengah.
Upaya ini dilakukan melalui percepatan pembentukan Indonesia Financial Center guna memperkuat daya saing dan daya tarik investasi nasional.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·