Presiden RI-8 Prabowo Subianto mengungkap alasannya ingin menjadi Presiden Republik Indonesia sehingga mencoba maju berkali-kali. Prabowo kalah sebanyak 4 kali dalam kontestasi pilpres.
Dia bercerita tekadnya menjadi presiden muncul setelah ia melihat Indonesia mulai bergerak ke arah yang keliru sejak dekade 1990-an.
Hal itu diungkapkannya dalam acara Musyawarah Nasional (Munas) ke-XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Lampung, Rabu (10/6).
"Kenapa saya ingin jadi presiden? Saya ingin jadi presiden karena saya sudah lihat kalau tahun '90-an Indonesia menuju arah yang salah, saya sudah lihat," kata Prabowo.
Prabowo mengatakan, keputusannya menjadi pemimpin nasional bukan semata-mata untuk meraih jabatan. Ia mengaku telah lama memiliki kekhawatiran terhadap arah perjalanan bangsa.
"Saya bukan mau jadi presiden hanya untuk jadi presiden, lu kira enak," ujarnya.
Prabowo mengungkap tantangan terbesar menjadi presiden datang dari dinamika di kalangan elite. Ia mengatakan kegaduhan muncul di kalangan elite bukan kelompok rakyat.
"Karena kadang-kadang, masyarakat elite kita ini, elite yang memang kejam, elite kita ini ya. Tapi hampir semua elite bangsa seperti kita ribut terus, elitenya ribut, rakyat tidak," ucap dia.
Ia menilai rakyat memahami perlunya hidup yang rukun dan kerja sama. Hidup yang saling mengisi bukan membenturkan.
"Rakyat paling ngerti untuk dapat hidup yang baik harus ada kerukunan, harus ada paguyuban, harus ada kerja sama, harus ada saling mengisi, bukan saling menghantam," tandas dia.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·