Prabowo ungkap "ilmu komandan" untuk pecut kinerja jajaran

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto mengungkap salah satu ilmu kepemimpinannya yang disebut sebagai "ilmu komandan" yang dapat memecut semangat jajarannya untuk meningkatkan kinerja.

Di hadapan para pejabat negara saat acara peresmian Museum Marsinah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu, Presiden Prabowo menjadikan keberadaan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai contoh dari penerapan "ilmu komandan".

"Saya terima kasih Panglima TNI juga TNI turun membantu. Polri saya terima kasih, polisi juga luar biasa, mendukung proses ini, jagung, juga gudang-gudang, kemudian ratusan dapur MBG, mungkin yang terbaik itu polisi sekarang yang terbersih," kata Presiden Prabowo kepada Panglima TNI dan Kapolri saat acara.

"Memang ilmu pemimpin itu kalau ada dua anak buah, kita harus bikin bersaing. Jadi, kalau ada Panglima TNI, saya puji-puji polisi. Nanti kalau ada Kapolri, saya puji-puji TNI. Jadi, mereka keluar saya kan oh itu ilmu komandan itu, ya.. Jadi, membuat menteri-menteri juga di-(perlakukan sama, red.)," sambung Presiden Prabowo yang kemudian disambut gelak tawa sejumlah pejabat negara.

Dalam pidatonya saat acara peresmian Museum Marsinah, Presiden Prabowo mengulas sejumlah tema, termasuk mengenai sosok Marsinah sebagai pahlawan nasional yang mewakili kelompok buruh, kemudian Presiden kembali mengungkap rasa geramnya terhadap beberapa pejabat yang menyalahgunakan jabatan dan pengaruhnya.

Baca juga: Presiden puji inovasi pertanian, berkelakar bisa ditiru negara lain

Presiden pun menegaskan kepada jajarannya, termasuk Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), untuk terus mengawasi kementerian/lembaga dan jajaran pejabatnya, serta tidak ragu untuk menindak mereka sekali pun mereka punya rekam jejak dekat dengan Presiden.

Pada kesempatan sama, Presiden Prabowo juga merespons sikap pesimis yang pernah dialamatkan sejumlah kalangan terhadap pemerintah, terutama yang menyebut "Indonesia akan kolaps, akan chaos".

Presiden Prabowo juga merespons dinamika nilai tukar rupiah terhadap dolar yang trennya saat ini melemah.

Menurut Presiden, situasi dalam negeri saat ini baik-baik saja, ditunjukkan dengan kecukupan stok pangan dan energi.

"Rakyat di desa nggak pakai dolar kok, ya kan? Pangan aman, energi aman. Ya, banyak negara panik. Indonesia masih oke," kata Presiden Prabowo.

Baca juga: Prabowo akan berikan Bintang Mahaputera kepada Kapolri dan Panglima TNI

Baca juga: Prabowo merasa dekat dengan petani karena pernah jadi komandan tempur

Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.