Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan jajaran pemerintah daerah untuk mempercepat persiapan Kepulauan Seribu sebagai pusat pertumbuhan masa depan Jakarta pada pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Balai Kota Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Langkah strategis ini diambil karena potensi wilayah kepulauan tersebut dinilai belum tergarap optimal secara ekonomi maupun pariwisata berkelanjutan. Dilansir dari Detikcom, Pramono menekankan pentingnya pengelolaan wilayah tersebut guna memastikan keberlanjutan ekonomi Jakarta di masa mendatang.
"Saya selalu mengatakan bahwa salah satu masa depan Jakarta yang harus dikelola dan dirawat dengan baik adalah Pulau Seribu. Itu akan menjadi masa depannya Jakarta," kata Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.
Pramono menjelaskan bahwa wilayah Kepulauan Seribu memerlukan proses penamaan ulang merek (rebranding) dan persiapan infrastruktur yang matang. Setiap wilayah di Jakarta nantinya akan memiliki pendekatan tematik yang disesuaikan dengan keunggulan spesifik masing-masing daerah.
Data terbaru menunjukkan adanya pergeseran tren kunjungan wisatawan di ibu kota yang kini cenderung menetap lebih lama. Durasi rata-rata kunjungan wisatawan yang sebelumnya hanya berkisar antara 1,25 hingga 1,5 hari, kini telah meningkat signifikan menjadi 2,8 hingga 3 hari.
Peningkatan durasi menginap ini dipicu oleh perubahan persepsi masyarakat yang mulai melihat Jakarta sebagai kota tujuan wisata, bukan sekadar pusat bisnis. Sektor wisata belanja saat ini masih memegang peranan utama dalam menarik minat pengunjung untuk bertahan lebih lama di Jakarta.
Pengembangan Kepulauan Seribu akan dilakukan melalui skema perencanaan yang terintegrasi dengan rencana kerja pemerintah daerah tahun 2027. Melalui visi ini, Pemprov DKI Jakarta berupaya memperkuat sektor pariwisata sebagai pilar ekonomi baru di luar sektor jasa keuangan dan perdagangan.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·