Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan agar pelaku yang menjual Jakcard atau kartu layanan transportasi gratis yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di X dapat ditindak tegas.
“Saya kebetulan mengikuti dan saya meminta untuk siapa pun yang melakukan itu, termasuk kalau kemudian ada indikasi keterlibatan orang dalam, maka saya minta untuk diambil tindakan yang tegas,” kata Pramono di Balai Kota, Rabu.
Pramono menegaskan sistem pengaturan transportasi di Jakarta dilakukan secara transparan dan terbuka, termasuk terkait kepemilikan kartu layanan gratis tersebut.
“Karena sekarang ini bagian dari transparansi untuk pengaturan sistem transportasi di Jakarta, termasuk kartu yang dimiliki itu dilakukan secara transparan dan terbuka,” jelas Pramono.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebuah akun X @lalaputriis diduga memperjualbelikan Jakcard atau kartu layanan transportasi gratis yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Kartu tersebut diketahui merupakan fasilitas dari Pemprov DKI untuk 15 golongan masyarakat menggunakan layanan Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta secara gratis.
Dalam unggahannya, akun tersebut menawarkan kartu dengan harga tertentu.
Akun itu juga mengaku hanya memiliki stok terbatas dan meminta calon pembeli yang lebih dulu melakukan transfer untuk mendapatkan kartu tersebut.
Baca juga: JakCard Bank DKI dipakai di sejumlah tempat wisata saat libur Lebaran
Baca juga: Bank DKI: Transaksi JakCard naik usai kerja sama dengan Transjakarta
Baca juga: Cara mudah beli tiket Ragunan: Online via aplikasi & dengan JakCard
Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
9 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·