Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkuat diplomasi kota (city diplomacy), memperluas jaringan kemitraan internasional, serta mempercepat transformasi Jakarta menuju Top 50 Global City pada 2030.
“Jakarta adalah laboratorium hidup transformasi perkotaan di Asia Tenggara. Tantangan iklim, banjir, kemacetan, hingga polusi udara yang kami hadapi bukan penghalang, melainkan pendorong inovasi," kata Pramono dalam siaran pers tertulisnya, dikutip Kamis 23 April 2926.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono akan melakukan berbagai kegiatan. Mulai dari pertemuan bilateral dengan Executive Mayor of Shenzhen, pertemuan dengan Pemerintah Kota Shenzhen dan Shenzhen Metro, serta penandatanganan nota kesepahaman antara MRT Jakarta dan Shenzhen Metro.
Selain itu, Pramono juga dijadwalkan menghadiri JIEP Business Matching Forum 2026 dan roundtable discussion bersama Shenzhen Qianhai AI Industry Association, serta mengunjungi Qianhai Exhibition Hall dan bertemu dengan pimpinan Qianhai Administration Bureau. Rangkaian kegiatan ini akan dimanfaatkan untuk memperkenalkan peluang kerja sama dan investasi di Jakarta.
Di Seoul, agenda kunjungan mencakup penandatanganan nota kesepahaman antara Jakarta dan Jeju, kunjungan ke Seoul Boramae Medical Center, serta Healing Breeze Clinic. Kunjungan ke dua fasilitas kesehatan ini menjadi bagian dari penjajakan kerja sama dan benchmark bagi pengembangan pelayanan kesehatan di Jakarta, khususnya RS Sumber Waras.
Sementara di Jepang, Pramono dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Gubernur Tokyo untuk memperkuat kerjasama antar kota, termasuk tindak lanjut proyek inovasi hijau, diplomasi generasi muda, serta penguatan sinergi Jakarta-Tokyo dalam menjawab tantangan perkotaan di Asia.
Pramono juga akan menjadi pembicara pada G-NETS Leaders Summit 2026, forum bergengsi para pemimpin kota dunia yang membahas isu keberlanjutan, ketahanan iklim, dan masa depan kota-kota global. Selain itu, terdapat dua agenda lanjutan, yakni menjadi pembicara utama dalam kuliah umum di Kyoto University dan pertemuan dengan Asian Development Bank (ADB).
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·