Prancis dan Mauritania Perkuat Kerja Sama Keamanan Sahel di Paris

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Presiden Prancis Emmanuel Macron menerima kunjungan kenegaraan Presiden Mauritania Mohamed Ould Ghazouani di Istana Elysee, Paris, pada Rabu, 15 April 2026. Pertemuan ini bertujuan memperkuat kemitraan strategis di tengah ketidakstabilan kawasan Sahel dan menandai kunjungan tingkat tinggi pertama dalam tiga dekade terakhir.

Prancis berupaya mempertahankan aliansi di Afrika Barat setelah penarikan pasukan dari Mali, Burkina Faso, dan Niger. Mauritania dipandang sebagai mitra stabil karena tidak mengalami serangan teroris sejak 2011, berbeda dengan negara tetangganya yang menghadapi tekanan kelompok ekstremis.

"Pendekatan global Mauritania dalam hal keamanan bertumpu pada pencegahan, kehadiran negara, dan dialog," kata Mohamed Ould Ghazouani, Presiden Mauritania. Ia menambahkan bahwa strategi tersebut berhasil menjaga stabilitas relatif di lingkungan yang kompleks bagi negara berpenduduk 5,2 juta jiwa itu.

Dalam sektor ekonomi, Macron menegaskan komitmen Prancis dengan melipatgandakan portofolio proyek di Mauritania selama dua tahun terakhir. Dukungan finansial melalui Badan Pembangunan Prancis (AFD) kini mencapai 488 juta euro yang tersebar dalam 42 proyek di bidang pertanian, energi, dan hidrolik.

Investasi tersebut mencakup pinjaman lunak sebesar 80 juta euro untuk meningkatkan kapasitas pasokan air di Nouakchott hingga 50 persen. Selain itu, terdapat dana 40 milia euro untuk hibridisasi sepuluh pembangkit listrik tenaga termal guna mendukung ketahanan energi nasional.

Sektor swasta turut berkontribusi melalui investasi dana Meridiam sebesar 155 juta euro di terminal peti kemas pelabuhan Nouakchott yang menciptakan 350 lapangan kerja. Saat ini, sekitar 40 perusahaan Prancis beroperasi di Mauritania dengan total serapan tenaga kerja lokal mencapai lebih dari 2.000 orang.

Agenda kunjungan berlanjut pada Kamis, 16 April 2026, dengan pertemuan bersama Ketua Majelis Nasional Prancis dan Wali Kota Paris. Presiden Ghazouani dijadwalkan mengunjungi galangan kapal di Brest sebelum menghadiri Forum Bisnis pada hari terakhir kunjungannya, 17 April 2026.