Prancis Hadapi Senegal Pada Laga Pembuka Grup I Piala Dunia 2026

Sedang Trending 6 hari yang lalu

Tim nasional Prancis bersiap menghadapi Senegal dalam pertandingan pembuka babak Penyisihan Grup I Piala Dunia 2026 di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, pada Selasa, 16 Juni 2026 waktu setempat.

Pertemuan ini menjadi pembuka persaingan di Grup I yang juga dihuni oleh Irak dan Norwegia, sekaligus menguji konsistensi Prancis sebagai tim peringkat satu FIFA melawan Senegal yang berada di posisi ke-14.

Pelatih Prancis, Didier Deschamps, justru memilih untuk merendahkan status timnya sebagai kandidat terkuat dan menunjuk Spanyol sebagai tim yang harus dikalahkan pada turnamen kali ini.

"Jika ada tim favorit, itu adalah Spanyol, meskipun Prancis secara sah bercita-cita untuk memenangkan gelar tersebut. Namun, jalan ke depan masih panjang. Prancis memiliki potensi tingkat atas, bahkan dengan perombakan skuad. Saya tidak akan menganggap tim Prancis lebih kuat daripada yang lain, tetapi favorit yang jelas adalah Spanyol, saya tidak ragu akan hal itu." kata Deschamps.

Deschamps juga memberikan perhatian khusus pada kondisi kebugaran penyerang sayap Ousmane Dembele yang baru saja menjuarai Liga Champions bersama Paris Saint-Germain.

"Memang brittle bahwa Ousmane memulai kariernya di tim nasional sejak dini, tetapi ia mengalami banyak cedera," jelas Deschamps.

Kondisi fisik Dembele diharapkan tetap prima demi menjadi nilai tambah bagi lini serang Les Bleus sepanjang turnamen.

"Bersama PSG, Ballon d'Or yang dimilikinya membuatnya menjadi sorotan. Dia sangat fokus, dengan keinginan untuk tampil sangat baik dan menentukan, seperti yang sering dia tunjukkan bersama klubnya, meskipun masalah fisiknya telah membuatnya absen dalam beberapa pertandingan. Kami membiarkannya merayakan kemenangan di Liga Champions. Jelas, dengan performa Ousmane yang prima, itu akan menjadi nilai tambah." tutur Deschamps.

Laga ini sekaligus membangkitkan ingatan sejarah Piala Dunia 2002 saat Senegal menumbangkan Prancis dengan skor 1-0 melalui gol Papa Bouba Diop.

"Senegal adalah salah satu tim terbaik; mereka memiliki segalanya dalam hal kualitas, pemain yang bermain di klub-klub terbaik, lini tengah yang solid, serta dimensi atletis dan teknis," kata Deschamps.

Kendati demikian, Deschamps menegaskan bahwa atmosfer pertandingan kali ini sepenuhnya berbeda karena mayoritas pemainnya belum lahir saat peristiwa itu terjadi.

"Kami tahu apa yang harus diantisipasi, dan mereka pun demikian. Ini akan menjadi pertarungan level tinggi. Sebagian besar pemain saya belum lahir pada tahun 2002.

Tidak ada balas dendam; itu terjadi 24 tahun yang lalu. Ada halaman baru yang harus ditulis. Kami akan melakukan segalanya agar hasilnya menguntungkan kami kali ini." tambah Deschamps.

Deschamps mengingatkan anak asuhnya untuk langsung fokus dan tidak meremehkan kekuatan kolektif dari sang lawan.

"Senegal adalah negara sepak bola yang hebat, tim yang solid dan dihormati. Kami tahu bahwa mereka tidak kalah dengan tim-tim hebat lainnya. Ini akan menjadi pertandingan yang sulit, ujian sesungguhnya sejak awal kompetisi. Kami harus segera bersiap." pungkas Deschamps.

Di kubu berseberangan, gelandang andalan Senegal, Habib Diarra, mengaku sangat siap untuk menggalang lini tengah dan memberikan kejutan kepada Prancis.

"Saat pertama kali bertemu Patrick Vieira, Anda akan terkesan dengan sosoknya, seorang legenda," kata Diarra.

Pemain muda milik Sunderland tersebut mendapatkan banyak modal berharga dari legenda sepak bola Prancis, Patrick Vieira, saat keduanya bekerja sama di Strasbourg.

"Namun kemudian, ketika Anda mengenal sisi manusianya, Anda akan terkesan dengan betapa baiknya dia sebagai pribadi." ujar Diarra.

Bimbingan intensif dari Vieira diakui Diarra menjadi salah satu faktor kunci yang mendongkrak performa kariernya hingga menembus kompetisi Inggris.

"Dia sangat baik kepada saya. Sebelum dan sesudah setiap pertandingan, setiap sesi latihan, dia memberi saya banyak tips," kata Diarra.

Diarra yang sempat membela tim nasional Prancis di kelompok umur, pada akhirnya memilih untuk memperkuat tanah kelahirannya di tingkat senior.

"Saya senang bermain untuk Perancis, tetapi hati saya yang berbicara," kata Diarra.

Keputusan tersebut diambil tanpa keraguan demi membawa kebanggaan bagi masyarakat Senegal di panggung dunia.

"Tidak ada penyesalan sama sekali. Saya lahir di Senegal, bermain untuk mereka membuat saya bangga," tegas Diarra.

Pertandingan ini juga dapat disaksikan oleh para penggemar sepak bola di Indonesia melalui saluran siaran langsung TVRI Nasional dan TVRI Sport, serta layanan live streaming Fola Play dan MAXStream TV pada Rabu, 17 Juni 2026 pukul 02.00 WIB.