CEO Danantara Rosan Roeslani membenarkan penunjukan Luke Thomas Mahony sebagai Direktur Utama Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Badan baru yang dibentuk Presiden Prabowo itu, dirancang untuk mengurusi ekspor sumber daya strategis.
“Untuk saat ini, itu ada Luke Thomas, ada Thomas, Thomas,” ujar Rosan saat ditemui di Istana Negara, Kamis (21/5).
Berdasarkan informasi dari akun Linkedin pribadi Luke Thomas Mahony, ia adalah seorang eksekutif pertambangan berpengalaman yang memiliki rekam jejak di tambang terbuka (open cut) maupun bawah tanah (underground) pada berbagai komoditas dan wilayah lintas benua.
Luke Thomas menggambarkan dirinya memiliki kemampuan komersial yang kuat, dengan keahlian di bidang manajemen risiko, pengelolaan operasional, perencanaan, teknik, proyek, keberlanjutan, evaluasi investasi, serta strategi bisnis.
Luke Thomas lama berkarier di PT Vale Indonesia. Memulai karier pada level general manager pada 2014, sampai menjadi Chief Strategy and Technical Officer sejak 2024.
Kemudian sejak September 2025, dia menjabat sebagai SEVP Business Performance & Optimization Danantara Indonesia. Dia pernah bekerja sebagai Chief Strategy dan Technical Officer di perusahaan tambah PT Vale Indonesia Tbk dan sederet pengalaman di bidang tambang lainnya.
Luke Thomas merupakan alumnus University of South Wales dari mulai S1 dan S2 Teknik Pertambangan, hingga S2 Commerce bagian Keuangan.
Sebelumnya, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan DSI akan berperan sebagai eksportir untuk sejumlah komoditas strategis, termasuk dalam skema kewajiban pasok dalam negeri atau domestic market obligation (DMO) komoditas tertentu.
50 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·