Muhammad Qodari resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Badan Komunikasi (Bakom), di Istana Negara, Senin (27/4).
Sebelum menduduki posisi ini, Qodari merupakan Kepala Staf Kepresidenan (KSP).
Qodari lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada 15 Oktober 1973. Ia merupakan seorang peneliti sekaligus analis politik dengan pengalaman panjang dalam bidang sosial dan politik di.
Pendidikan sarjananya ditempuh di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia sejak 1992 dan selesai pada 1997. Setelah itu, ia memulai karier sebagai peneliti dan bergabung dengan Institut Studi Arus Informasi (ISAI) pada tahun 1999.
Keinginannya memperdalam studi membawanya melanjutkan pendidikan ke University of Essex, Inggris, pada 2001. Di sana, ia mengambil konsentrasi perilaku politik dalam perspektif psikologi sosial dan meraih gelar magister pada 2002.
Jejak Karier Qodari
Sepulang dari Inggris, Qodari kembali berkiprah di dunia riset dengan bergabung sebagai peneliti di Centre for Strategic and International Studies (CSIS). Kariernya terus berkembang, hingga pada 2003 ia dipercaya menjadi Direktur Riset Lembaga Survei Indonesia (LSI).
Pada periode yang sama, ia juga menjabat sebagai Chief Editor Majalah Kandidat, Campaign and Election Magazine. Dua tahun kemudian, tepatnya pada 2005, Qodari ditunjuk sebagai Wakil Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia.
Qodari kemudian mendirikan lembaga survei independen Indo Barometer pada 2006. Lembaga ini dikenal aktif melakukan berbagai riset terkait dinamika sosial dan politik di Indonesia.
Tak berhenti di situ, ia kembali melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2007.
Sebelum menjadi KSP, Qodari merupakan Wakil KSP pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Tak lama kemudian, pada 17 September 2025, ia dipercaya untuk naik posisi menjadi KSP.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·