Program Danantara Indonesia Trust Dimulai, Fokus Garap Kesehatan hingga Beasiswa

Sedang Trending 3 jam yang lalu
CEO Danantara Rosan Roeslani dalam penandatanganan nota kesepahaman Danantara Indonesia Trust dengan sejumlah mitra, Senin (25/5/2026). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan

Danantara Indonesia melalui Danantara Indonesia Trust (DIT) mulai menjalankan langkah awal program sosialnya dengan menggandeng tiga mitra strategis di bidang kesehatan, pendidikan, dan literasi budaya.

Peluncuran kerja sama perdana itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama Kementerian Kesehatan, Karya Salemba Empat, serta Museum dan Cagar Budaya di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Senin (25/5).

Kerja sama tersebut menjadi langkah awal DIT sebagai yayasan filantropi independen milik Danantara Indonesia dalam memperluas dampak sosial perusahaan, tidak hanya melalui pengelolaan investasi dan aset negara.

CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan Danantara dibentuk tidak sekadar mengelola investasi negara, tetapi juga memiliki misi mendorong pembangunan sosial yang lebih luas.

“Melalui Danantara Indonesia Trust, kami memperluas misi kami untuk memperkuat sumber daya manusia dan menjawab tantangan sosial, karena kami percaya bahwa penciptaan nilai jangka panjang harus berjalan seiring dengan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Rosan.

Ilustrasi Danantara. Foto: Iljanaresvara Studio/Shutterstock

Dalam kesempatan yang sama, Rosan juga mengungkapkan skema pendanaan yang akan menopang keberlanjutan DIT. Menurut dia, Danantara menyiapkan dana awal sekaligus alokasi rutin yang bersumber dari dividen BUMN.

“Ya, kita memang dalam policy kebijakan kita, emang dana awal itu kita taruh USD 100 juta. Dan memang dalam perjanjian kita memberikan setiap tahunnya, menyisihkan paling tidak 1 persen dari total dividen yang kami terima dari semua BUMN yang ada,” kata Rosan.

Rosan menilai skema tersebut memungkinkan program sosial DIT terus berkembang dan memiliki pendanaan jangka panjang. Kerja sama yang diumumkan kali ini menyasar tiga isu pembangunan yang dinilai mendesak.

Pada sektor kesehatan, DIT bersama Kementerian Kesehatan akan fokus pada peningkatan kesehatan ibu dan anak melalui penyediaan vaksin heksavalen, penguatan rantai dingin vaksin (cold chain), serta distribusi suplemen Multiple Micronutrient bagi ibu hamil.

Program tersebut disiapkan di tengah tantangan kesehatan yang masih dihadapi Indonesia. Meski cakupan imunisasi dasar lengkap mencapai 80,2 persen pada 2025, masih terdapat hampir 960 ribu anak yang belum memperoleh imunisasi sama sekali atau zero-dose.

Di sisi lain, angka kematian ibu masih tercatat sebesar 189 per 100 ribu kelahiran hidup. Sementara prevalensi stunting memang turun menjadi 19,8 persen pada 2024, tetapi masalah gizi akut atau wasting masih berada di level 7,4 persen.

Beasiswa

Sementara di sektor pendidikan, DIT menggandeng Karya Salemba Empat untuk menyediakan program beasiswa selama tiga tahun kepada sekitar 500 mahasiswa kurang mampu di berbagai wilayah Indonesia. Program tersebut juga dilengkapi pendampingan, pengembangan kepemimpinan, hingga kesiapan karier.

Program itu disiapkan di tengah masih tingginya jumlah anak muda yang tidak sedang bersekolah, bekerja, maupun mengikuti pelatihan (Not in Education, Employment or Training/NEET). Berdasarkan data BPS, kelompok tersebut mencapai sekitar seperlima dari populasi usia 15–24 tahun.

Adapun kerja sama dengan Museum dan Cagar Budaya difokuskan pada pembangunan Perpustakaan Danantara Indonesia Trust di Museum Nasional. Program itu ditujukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan dan literasi budaya.

Ketua Yayasan Danantara Indonesia Trust, Nuraini Razak, mengatakan program yang dipilih difokuskan untuk menjawab kebutuhan pembangunan yang paling mendesak.

“Setiap kemitraan yang diumumkan hari ini dipilih untuk menjawab kebutuhan pembangunan paling mendesak di Indonesia, seperti kesehatan ibu dan anak, akses terhadap pendidikan berkualitas serta literasi budaya. Melalui kolaborasi ini, program-program tersebut akan menjadi fondasi DIT sebagai platform yang memobilisasi aksi kolektif, mendorong solusi berskala besar, dan menghadirkan dampak nyata di seluruh Indonesia,” ujarnya.