Program EQUAL jangkau 112 ribu peserta pelatihan AI inklusif

Sedang Trending 4 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Microsoft bersama Alunjiva Indonesia melalui program EQUAL telah menjangkau 112.058 peserta pada batch kedua hingga 30 April 2026 dalam upaya memperkuat ekosistem kecerdasan artifisial (AI) yang inklusif di Indonesia.

Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin, capaian tersebut terdiri atas 66.574 peserta penyandang disabilitas serta 45.484 perempuan dan pemuda yang mengikuti penguatan kapasitas AI di berbagai wilayah Indonesia.

"Melalui kolaborasi dengan mitra seperti Alunjiva, kami mendorong pemanfaatan teknologi seperti Microsoft Copilot untuk membantu lebih banyak masyarakat, termasuk perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas, mengembangkan keterampilan baru, meningkatkan produktivitas, dan berpartisipasi aktif dalam ekonomi digital," kata Presiden Direktur Microsoft Indonesia Dharma Simorangkir.

Program EQUAL merupakan bagian dari inisiatif elevAIte Indonesia yang diluncurkan pada 2024 oleh Microsoft bersama Kementerian Komunikasi dan Digital untuk membekali satu juta talenta Indonesia dengan keterampilan AI yang relevan dengan kebutuhan transformasi digital.

Baca juga: Yayasan Perempuan Laju Perkasa hadirkan pelatihan AI untuk perempuan

Program tersebut dikembangkan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan organisasi masyarakat sipil, komunitas disabilitas, institusi pendidikan, pemerintah daerah, hingga fasilitator komunitas guna memperluas akses literasi AI yang inklusif dan berkelanjutan.

Alunjiva Indonesia yang turut menjadi bagian dalam inisiatif tersebut sebagai mitra pemberdayaan mendorong pengembangan ekosistem pembelajaran AI yang lebih aksesibel melalui penyediaan materi pembelajaran yang ramah disabilitas, pelibatan fasilitator penyandang disabilitas, serta penguatan ruang belajar berbasis komunitas.

Selain berfokus pada pelatihan, program EQUAL juga mendorong terbentuknya jaringan kolaborasi dan pembelajaran jangka panjang antar komunitas, fasilitator, institusi pendidikan, dan mitra daerah.

Baca juga: Kemnaker siapkan pelatihan kecerdasan buatan bagi 3.100 pemuda Padang

Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan ekosistem AI inklusif di Indonesia, sekaligus membuka lebih banyak peluang kolaborasi untuk pengembangan kapasitas digital di masa mendatang.

Pendiri Alunjiva Indonesia Nicky Clara menegaskan pendekatan berbasis komunitas menjadi salah satu kunci penting dalam membangun ekosistem pembelajaran AI yang inklusif dan berkelanjutan.

“Bagi banyak kelompok rentan dan penyandang disabilitas, akses terhadap teknologi masih menjadi tantangan. Karena itu kami percaya bahwa literasi AI perlu dibangun dengan pendekatan yang inklusif, mudah dipahami, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat sehari hari," ucap dia.

Baca juga: Wapres tinjau pelaksanaan pelatihan AI bagi santri Tremas di Pacitan

Melalui program EQUAL, pihaknya ingin memastikan bahwa AI tidak hanya dipahami sebagai teknologi masa depan, tetapi juga menjadi alat pemberdayaan yang dapat membuka akses, meningkatkan kapasitas, dan menciptakan peluang baru bagi semua.

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menilai penguasaan AI dapat menjadi jembatan untuk memperluas peluang ekonomi, termasuk bagi pelaku UMKM dan penyandang disabilitas.

"Di era digital, inklusivitas bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan,” tuturnya.

Melalui program EQUAL, Microsoft dan Alunjiva Indonesia berharap pengembangan teknologi AI di Indonesia tidak hanya berfokus pada inovasi, tetapi juga pada nilai kesetaraan, aksesibilitas, dan partisipasi yang inklusif.

Baca juga: Praktisi: AI perlu lebih ditekankan dalam pelatihan penjurubahasaan

Pada saat yang sama, penguatan keterampilan AI diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas, membuka peluang ekonomi baru, serta memperkuat daya saing talenta Indonesia di era digital.

Transformasi digital yang berkelanjutan perlu memastikan bahwa perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas memiliki ruang yang setara untuk belajar, berkembang, dan menjadi bagian dari masa depan digital Indonesia.

Sejak batch pertama hingga 30 Juni 2025, program EQUAL telah menjangkau 211.377 peserta di berbagai wilayah Indonesia.

Sebagai penutup rangkaian program EQUAL, diselenggarakan EQUAL Convening Summit bertajuk “Merayakan Perjalanan, Membangun Masa Depan AI yang Inklusif” di Gedung Komisi Nasional Disabilitas, Jakarta pada hari ini dengan melibatkan pemerintah, sektor swasta, komunitas, akademisi, dan organisasi penyandang disabilitas.

Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 350 peserta penyandang disabilitas dari wilayah Jabodetabek serta menghadirkan diskusi mengenai regulasi AI inklusif di Indonesia.

Baca juga: ITSEC (CYBR) raih kontrak 60 juta dolar AS untuk pelatihan AI Kemhan

Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.