Lionel Messi dan Federasi Sepakbola Argentina (AFA) menghadapi gugatan hukum dari promotor acara VID Music Group akibat absennya sang pemain dalam laga persahabatan di Miami akhir tahun lalu. Dilansir dari Detik Sport, peraih gelar Ballon d'Or tersebut dituduh sengaja mangkir meskipun tidak sedang mengalami cedera.
Gugatan yang telah diajukan ke pengadilan lokal sejak Maret lalu tersebut mencakup tuduhan penipuan serta pelanggaran kesepakatan kontrak. VID Music Group, promotor yang beroperasi di Miami, Amerika Serikat, mengeklaim telah menderita kerugian hingga jutaan dolar AS akibat situasi tersebut.
Berdasarkan dokumen gugatan yang diberitakan ESPN, pihak promotor memegang kontrak eksklusif senilai tujuh juta dolar untuk menyelenggarakan dua pertandingan internasional. Laga tersebut mempertemukan Timnas Argentina melawan Venezuela pada 10 Oktober serta Puerto Rico pada 14 Oktober di Amerika Serikat.
Pihak promotor menyatakan bahwa terdapat klausul khusus dalam kesepakatan tersebut yang mengharuskan Lionel Messi untuk turun ke lapangan. Dalam perjanjian itu, VID mengeklaim Messi diwajibkan bermain setidaknya selama 30 menit pada setiap pertandingan, terkecuali jika sang pemain terbukti mengalami cedera fisik.
Kenyataannya, kapten timnas Argentina tersebut tidak bermain dalam pertandingan pertama melawan Venezuela di Hard Rock Stadium, Miami Gardens. Messi hanya terpantau berada di tribun penonton saat rekan-rekan setimnya mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas lawan mereka.
Situasi menjadi polemik setelah sehari kemudian Messi justru tampil memperkuat klubnya, Inter Miami, dalam laga melawan Atlanta United di Chase Stadium. Dalam pertandingan tersebut, Messi bermain penuh dan berhasil mencetak dua gol untuk kemenangan 4-0 timnya di kompetisi Major League Soccer.
Tiga hari setelah laga bersama klub, Messi baru bergabung kembali dengan skuad Argentina untuk menghadapi Puerto Rico dengan skor akhir 6-0. Pertandingan yang semula dijadwalkan di Chicago tersebut harus dipindahkan ke Fort Lauderdale karena rendahnya angka penjualan tiket di lokasi awal.
Faktor keamanan akibat operasi imigrasi ICE di Chicago yang menangkap lebih dari 1.000 orang disinyalir menjadi penyebab lesunya minat penonton. Meskipun lokasi telah dipindah ke markas Inter Miami untuk memudahkan mobilitas pemain, tiket tetap tidak habis terjual walau harganya sudah didiskon menjadi 25 dolar.
AFA menunjuk kebijakan imigrasi Amerika Serikat sebagai penyebab utama minimnya antusiasme publik dalam laga tersebut. Hingga saat ini, baik pihak Lionel Messi maupun federasi sepak bola Argentina belum memberikan pernyataan resmi atau komentar terkait tuntutan kerugian tersebut.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·