Proyek pembangunan PLTA 300 MW di Kaltim resmi dimulai

Sedang Trending 49 menit yang lalu
Ini adalah proyek tenaga terbarukan terbesar di Kalimantan Timur saat ini

Samarinda (ANTARA) - Proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batoq Kelo berkapasitas 300 Megawatt (MW) di Provinsi Kalimantan Timur resmi mulai dibangun.

"Ini adalah proyek tenaga terbarukan terbesar di Kalimantan Timur saat ini," kata Utusan Khusus Presiden untuk Bidang Perubahan Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo saat kegiatan peletakan batu pertama PLTA Batoq Kelo, digelar di Samarinda, Senin.

Hashim menjelaskan proyek PLTA Batoq Kelo tersebut menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk mempercepat pencapaian target emisi nol bersih sebelum tahun 2060.

Langkah ini, kata dia, sangat krusial dalam upaya membangun kemandirian energi Indonesia di tengah ancaman krisis geopolitik global yang sering dapat memicu kelangkaan pasokan bahan bakar minyak.

Ia juga mengapresiasi dedikasi investor yang rutin mengunjungi lokasi berjarak 600 kilometer dari Samarinda guna memastikan keberhasilan nilai investasi hampir Rp13 triliun tersebut.

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menegaskan PLTA Batok Kelo di Mahakam Ulu, Kaltim, merupakan pembangkit hidro dengan biaya produksi yang secara nyata sangat bersaing melawan energi batu bara.

Darmawan optimistis konstruksi infrastruktur energi yang menelan dana hingga 700 juta dolar AS tersebut bisa diselesaikan secara optimal lebih cepat dari target awal lima tahun.

"Kehadiran mega proyek energi hijau ini juga mampu membuka banyak lapangan kerja baru pada sektor pekerjaan sipil yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat sekitar," kata dia.

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud menyambut proyek ini karena selaras dengan visi menjadikan provinsi tersebut sebagai barometer utama perdagangan karbon di kawasan Asia Pasifik.

Menurut Rudy, PLTA Batoq Kelo di wilayah Kabupaten Mahakam Hulu ini tidak hanya akan menerangi kawasan perkotaan tetapi juga mampu menjangkau area terpencil.

"Pembangunan PLTA kapasitas besar ini turut diiringi oleh pembukaan akses jalan raya sepanjang 122 kilometer serta jembatan 120 meter yang segera menghubungkan Kalimantan Utara dan Provinsi Kalimantan Barat," ungkap Rudy.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus berkomitmen untuk menjaga iklim investasi kondusif pada sektor hijau demi memberikan dampak kesejahteraan yang positif bagi masyarakat lokal.

Baca juga: PLN teken perjanjian jual beli listrik PLTA Batoq Kelo di Kaltim

Baca juga: Pemprov Kaltim harap PLN penuhi kebutuhan listrik wilayah pedalaman

Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.