Jakarta (ANTARA) - Rasa bersalah dalam mengasuh anak atau parental guilt disebut menjadi pengalaman umum yang dialami banyak orang tua, terutama ketika anak menghadapi masalah atau kesulitan dalam hidupnya.
Dilansir dari Psychology Today pada Kamis, orang tua kerap melihat kembali keputusan masa lalu dan memikirkan berbagai hal yang seharusnya dilakukan secara berbeda saat membesarkan anak.
Psikolog menyebut kondisi tersebut muncul karena seseorang cenderung menilai masa lalu berdasarkan keadaan yang sedang dihadapi saat ini.
Ketika anak tumbuh dengan baik, orang tua lebih mudah mengingat keberhasilan dalam pengasuhan. Namun, saat anak mengalami masalah, fokus justru tertuju pada penyesalan dan keputusan yang dianggap keliru.
Menurut psikolog, penting bagi orang tua untuk memahami bahwa mereka mengambil keputusan berdasarkan informasi dan kondisi yang dimiliki pada masa itu.
Baca juga: Kurva pertumbuhan anak bantu deteksi dini gangguan kesehatan
Jika keputusan dibuat dengan niat baik dan sesuai nilai yang diyakini, orang tua dinilai telah melakukan yang terbaik yang mereka mampu.
Meski demikian, penyesalan juga dapat menjadi ruang refleksi untuk melihat pola pengambilan keputusan yang perlu diperbaiki.
Orang tua disarankan mengevaluasi apakah keputusan masa lalu dipengaruhi rasa takut, tekanan pasangan, keinginan pribadi, atau kurangnya keberanian untuk mendengarkan intuisi sendiri.
Alih-alih terus menyalahkan diri, pengalaman tersebut dapat dijadikan pelajaran untuk menghadapi situasi pengasuhan berikutnya dengan lebih bijak.
Psikolog juga menyarankan orang tua untuk tidak takut membicarakan penyesalan mereka kepada anak pada waktu yang tepat.
Percakapan tersebut dinilai bukan untuk meminta pengampunan, melainkan menunjukkan kerentanan dan memberi pemahaman bahwa menjadi orang tua juga merupakan proses belajar.
Baca juga: Faktor penentu tinggi badan anak, dari genetik hingga pola hidup
Selain itu, pola hubungan antara orang tua dan anak disebut perlu berkembang seiring pertambahan usia anak.
Saat anak beranjak remaja hingga dewasa, peran orang tua dapat berubah dari sosok yang selalu mengatur menjadi pendamping yang memberi dukungan emosional dan mendengarkan kebutuhan anak.
Psikolog menilai kesalahan dan penyesalan dalam pengasuhan sering kali hanya terlihat jelas setelah waktu berlalu.
Hal yang dianggap sangat membebani oleh orang tua belum tentu dipandang sama oleh anak, sementara pengalaman kecil yang dianggap sepele justru bisa meninggalkan kesan mendalam bagi mereka.
Karena itu, orang tua didorong untuk membangun cara pandang yang lebih sehat terhadap masa lalu dan tidak terus terjebak dalam rasa bersalah berkepanjangan.
Baca juga: Spesialis gizi tegaskan pemenuhan gizi optimalkan tumbuh kembang anak
Baca juga: Ahli: Paparan gawai berlebih pengaruhi kemampuan bicara anak balita
Penerjemah: Farika Nur Khotimah
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·