PSM Makassar dijadwalkan menjamu Bhayangkara FC dalam lanjutan kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia pada Senin, 4 Mei 2026, tanpa kehadiran penonton di stadion. Keputusan tersebut ditetapkan Polda Sulsel dengan mempertimbangkan faktor keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah tersebut.
Pihak kepolisian memfokuskan personel untuk pengamanan Hari Buruh Internasional dan Hari Pendidikan Nasional sehingga jumlah petugas terbatas. Selain itu, potensi gejolak internal manajemen serta risiko kericuhan suporter karena posisi tim yang terancam zona degradasi menjadi alasan pengamanan ketat 343 personel tetap disiagakan.
Manajemen klub mengonfirmasi bahwa para suporter telah memberikan dukungan moral secara langsung kepada para pemain di mess sebelum keberangkatan skuat Juku Eja menuju Parepare. Langkah ini diambil sebagai bentuk loyalitas meski tribun Stadion Gelora B.J. Habibie nantinya akan dikosongkan dari publik.
"Terima kasih kepada teman-teman suporter yang telah memberikan dukungan moral kepada kami di mess PSM, sebelum kami berangkat ke Parepare" tulis akun resmi PSM Makassar.
Pihak manajemen mengharapkan doa dan energi positif dari para pendukung tetap menyertai perjuangan tim di lapangan. Laga ini sangat krusial bagi anak asuh pelatih Bernardo Tavares untuk menjauh dari kejaran zona merah klasemen sementara.
Secara teknis, PSM Makassar diprediksi akan menerapkan tekanan tinggi sejak awal laga melalui motor serangan di lini tengah. Namun, Bhayangkara FC yang dijuluki The Guardian dikenal memiliki pertahanan disiplin dan skema serangan balik cepat yang berbahaya.
| Gaya Bermain | High Pressing & Direct | Counter Attack & Compact |
| Pemain Kunci | Yuran Fernandes | Matias Mier |
Pertandingan ini diprediksi akan berjalan dengan intensitas tinggi mengingat kedua tim sangat membutuhkan poin untuk memperbaiki posisi klasemen. Laga ini sekaligus menjadi ujian konsistensi bagi tim tamu dalam meredam agresivitas pemain sayap tuan rumah.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·