Garudayaksa FC dan PSS Sleman akan bertarung memperebutkan trofi Championship Liga 2 2025-2026 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Sabtu (9/5/2026) pukul 19.00 WIB. Kedua tim telah mengamankan tiket promosi ke Super League musim depan setelah memuncaki grup masing-masing.
PSS Sleman memastikan langkah ke final setelah meraih kemenangan telak 3-0 atas PSIS Semarang di Stadion Maguwoharjo, Minggu (3/5/2026). Tim Elang Jawa mengakhiri fase Grup Timur sebagai juara dengan koleksi 56 poin dari total 27 pertandingan yang dijalani.
Keberhasilan ini menjadi catatan sejarah bagi gelandang muda Figo Dennis Saputrananto yang berhasil membawa dua tim asal Yogyakarta promosi secara beruntun. Figo sebelumnya memperkuat PSIM Yogyakarta pada musim 2024/2025 sebelum pindah ke PSS Sleman musim ini.
"Pastinya saya sangat senang dan bangga. Secara pribadi, saya selalu berusaha memberikan yang terbaik di setiap tim yang saya bela. Bisa jadi memang rezeki saya bisa membawa dua tim ini promosi," tutur Figo Dennis, Gelandang PSS Sleman.
Pemain berusia 20 tahun tersebut mengaku sempat mengalami kendala komunikasi di awal bergabung. Namun, ia berhasil membangun koneksi cepat dengan rekan setimnya di lini tengah untuk menjaga kekuatan tim.
"Mengenai suporter kedua tim, mereka sama-sama bagus dan solid banget. Tetap mendukung dalam situasi apa pun," tambah Figo Dennis.
Figo juga menjelaskan upayanya dalam memahami skema permainan tim melalui diskusi intensif bersama pemain lain. Hal ini dilakukan demi memperlancar aliran serangan Laskar Sembada di lapangan.
"Kalau kesulitan komunikasi pasti ada, tetapi saya sering mengobrol dengan Dion dan Injai tentang skema tim. Alhamdulillah, koneksi itu bangun dengan baik," tegas Figo Dennis.
Di sisi lain, penjaga gawang senior Ega Rizky Pramana merasa lega bisa mengantarkan PSS kembali ke kasta tertinggi. Ega merupakan bagian dari skuad yang membawa PSS juara Liga 2 pada 2018 sebelum tim tersebut sempat terdegradasi pada musim 2024/2025.
"Ya, ini lunas. Alhamdulillah. Kemarin turun, sekarang bisa balik naik lagi," ujar Ega Rizky, Kiper PSS Sleman.
Ega menilai atmosfer dukungan dari para suporter tetap menjadi kekuatan utama tim meski komposisi skuad telah banyak berubah. Baginya, komitmen suporter di Sleman tidak pernah luntur dalam mendukung perjuangan tim.
"Yang jelas dari skuad dan momen, hampir semuanya berbeda. Yang sama masih tetap suporter, luar biasa," ungkap Ega Rizky.
Meskipun tiket promosi sudah dalam genggaman, Ega menekankan bahwa misi tim belum sepenuhnya selesai. Ia menegaskan tekad seluruh pemain untuk menutup kompetisi sebagai pemenang di laga puncak nanti.
"Kalau sekarang karena belum juara jadi belum plong. Intinya target juara, harus dituntaskan lagi," tekad Ega Rizky.
Terkait kelanjutan kariernya, kiper kelahiran Banyumas ini belum bisa memberikan kepastian karena masa kontraknya akan segera berakhir. Ia hanya meminta doa terbaik saat ditanya mengenai potensi pensiun di PSS Sleman.
"Alhamdulillah masih rezekinya di sini, semua sudah diatur sama yang di atas," ucap Ega Rizky.
Ega Rizky menyerahkan keputusan masa depannya kepada waktu sembari fokus menuntaskan laga final musim ini. Hingga saat ini, belum ada pembicaraan resmi mengenai perpanjangan kontrak untuk musim depan.
"Belum tahu, saya tahun ini selesai. Kontrak saya habis tahun ini," sebut Ega Rizky.
Ega juga tidak menutup kemungkinan jika karier profesionalnya harus berakhir bersama klub yang telah dibelanya dalam waktu lama tersebut. Ia tetap bersikap terbuka terhadap segala kemungkinan yang akan terjadi.
"InsyaAllah, doanya saja," kata Ega Rizky.
Sementara itu, Garudayaksa FC menunjukkan keseriusannya dengan tiba di Yogyakarta sejak Selasa (5/5/2026). Tim asuhan Widodo Cahyono Putro memilih berangkat lebih awal melalui Bandara Halim Perdanakusumah agar memiliki waktu persiapan selama empat hari.
COO Garudayaksa FC, Derry Hidayat, mengenang pertemuan kedua tim dalam laga uji coba pada Desember lalu di stadion yang sama. Saat itu, Garudayaksa menelan kekalahan 0-1 lewat gol penalti Frederick Injay di menit akhir pertandingan.
"Memang agak unik, dulu kita pernah uji coba saat kita menjalani TC di Yogyakarta," kata Derry Hidayat, COO Garudayaksa FC.
Derry merasa terkesan dengan sambutan suporter tuan rumah saat sesi uji coba tersebut dilakukan. Ia menganggap partisipasi dalam anthem PSS selepas laga merupakan sebuah bentuk penghormatan bagi timnya.
"Banyak bilang partai tersebut merupakan gladi resik final musim ini. Ternyata benar-benar terjadi di final Championship musim ini," ujarnya.
Atmosfer pertandingan di Stadion Maguwoharjo dinilai memberikan dampak psikologis yang positif bagi para pemain The Spirit of Garuda. Meski hanya uji coba, kehadiran ribuan penonton menciptakan suasana kompetitif yang nyata.
"Meski sebatas uji coba, ribuan suporter tetap hadir. Sebuah kehormatan juga saat kami mendapat diajak ke tengah lapangan untuk mendengarkan anthem PSS seusai laga," kenang Derry Hidayat.
Pihak manajemen sepenuhnya menyerahkan urusan teknis dan strategi kepada staf kepelatihan untuk menghadapi partai puncak. Evaluasi dari kekalahan pada laga uji coba sebelumnya menjadi modal penting bagi pemain untuk tampil lebih solid.
"Meski sudah lolos ke Super League, kami tetap fokus menatap grand final. Saya percayakan kepada tim pelatih untuk meramu strategi terbaiknya di final nanti dan tentunya menjadi juara," jelas Derry Hidayat.
Keyakinan tinggi diusung oleh manajemen bahwa seluruh anggota tim akan berjuang maksimal demi meraih predikat tim terbaik di kasta kedua. Garudayaksa FC telah memulai sesi latihan perdananya di Yogyakarta pada Rabu (6/5/2026).
"Hasil di laga uji coba sebelumnya menjadi bahan evaluasi kami. Saya yakin para pemain juga akan memberikan yang terbaik untuk bisa memenangi laga nanti," tandas Derry Hidayat.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·