PSSI Ingatkan FIFA Masih Pantau Sepak Bola Indonesia

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi menegaskan bahwa federasi sepak bola internasional FIFA masih memantau kondisi sepak bola Indonesia menyusul tragedi Kanjuruhan 2022. Peringatan ini disampaikan usai adanya aksi penyalaan flare massal pada laga final kompetisi kasta kedua di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (9/5/2026).

Penyalaan flare tersebut terjadi saat pertandingan antara Garudayaksa melawan PSS Sleman berakhir. Laga final itu dimenangkan oleh Garudayaksa melalui drama adu penalti dengan skor 4-3 setelah kedua tim bermain imbang 2-2 hingga babak tambahan waktu selesai.

Yunus Nusi menyayangkan aksi tersebut dan meminta para pendukung kesebelasan untuk lebih dewasa dalam menyikapi hasil pertandingan di lapangan.

"Dan ada reaksi setelah pertandingan, kita juga berharap semoga ini tidak terulang lagi. Dan tentu juga perlahan-lahan kita berharap kawan-kawan suporter untuk selalu dewasa menerima kemenangan, kekalahan, dan kemudian meluapkan kemenangan dan atau kekalahannya," kata Yunus Nusi, Sekretaris Jenderal PSSI.

Pihak federasi menekankan bahwa perilaku suporter sangat memengaruhi penilaian FIFA terhadap proses transformasi sepak bola nasional yang sedang berjalan saat ini.

"Kita ingat masih dalam pengawasan FIFA, kita berharap sepak bola ke depan berjalan dengan baik tentu tidak terlepas dari sportivitas, elegan yang diberikan oleh suporter masing-masing klub kepada sepak bola Indonesia dan atau kepada timnya," tambah Yunus Nusi, Sekretaris Jenderal PSSI.

Kekhawatiran PSSI juga didasari oleh kerusuhan yang pecah di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, pada Jumat (8/5/2026). Massa pendukung Persipura Jayapura merusak fasilitas stadion hingga membakar kendaraan setelah timnya kalah 0-1 dari Adhyaksa dan gagal promosi.

Rentetan insiden ini membuat PSSI tetap mempertahankan kebijakan larangan kehadiran suporter tamu pada pertandingan tandang hingga evaluasi lebih lanjut dilakukan bersama operator liga.

"Kita lihat perkembangannya seperti apa, LIB juga menyampaikan laporan kepada PSSI dan tentu Ketua Umum, Eksekutif Komite akan mengkaji itu apakah layak atau tidak untuk dibuka home dan away untuk suporter," ungkap Yunus Nusi, Sekretaris Jenderal PSSI.

Secara umum, manajemen PSSI memberikan catatan evaluasi terhadap penyelenggaraan kompetisi kasta kedua musim ini yang dinilai masih memiliki banyak kekurangan di sektor keamanan.

"Dan kita bersyukur setidaknya berjalan semua dengan lancar walaupun terjadi hal yang tidak kita inginkan di Jayapura dan tentu itu juga menjadi bahan evaluasi kita bersama-sama. Tetapi secara keseluruhan kita bersyukur Championship berjalan dengan lancar dan tentu kita akan pelihara ini, kita akan rawat ini," ucap Yunus Nusi, Sekretaris Jenderal PSSI.