PSV Eindhoven berambisi memecahkan rekor selisih kemenangan gelar terbesar sepanjang sejarah Liga Belanda saat melakoni laga tandang terakhir musim 2025-2026 melawan Go Ahead Eagles. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion De Adelaarshorst pada Minggu, 10 Mei 2026.
Skuat asuhan Peter Bosz saat ini mendominasi klasemen dengan perolehan 81 poin, unggul jauh 17 poin dari Feyenoord yang menempati peringkat kedua. Keunggulan poin yang masif ini menjadi motivasi utama bagi tim tamu untuk terus mendulang poin penuh di sisa musim.
Klub berjuluk Boeren tersebut sebelumnya sudah memastikan gelar juara Eredivisie sejak 5 April lalu. Capaian itu tercatat sebagai rekor penguncian gelar tercepat yang pernah terjadi dalam sejarah kompetisi tertinggi di Negeri Kincir Angin tersebut.
Di sisi lain, Go Ahead Eagles juga memiliki ambisi besar untuk meraih hasil positif demi mengamankan tiket ke babak play-off kompetisi Eropa. Tim yang dikenal sebagai Pride of the IJssel ini memiliki modal pertahanan kuat dengan catatan tiga kali nirbobol dalam empat laga kandang terakhir.
Pelatih kepala Go Ahead Eagles, Melvin Boel, memberikan penghormatan khusus kepada calon lawannya. Ia mengakui bahwa PSV memiliki kualitas skuat yang sangat mumpuni pada musim ini.
"PSV sebagai tim terkuat di Belanda menjelang pertandingan hari Minggu di De Adelaarshorst," kata Melvin Boel, Pelatih Kepala Go Ahead Eagles.
Tantangan bagi tuan rumah dipastikan berat mengingat status tim tamu sebagai jawara baru. Boel secara terbuka memberikan pengakuan terhadap dominasi yang ditunjukkan oleh skuat asal Eindhoven tersebut di sepanjang kompetisi.
Menghadapi laga ini, pelatih Peter Bosz memutuskan untuk melakukan rotasi pemain. Gelandang Joey Veerman diistirahatkan di bangku cadangan, sementara Sergiño Dest kembali mengisi posisi bek kiri sejak menit pertama setelah pulih sepenuhnya dari cedera.
Matej Kovar dipercaya mengawal gawang PSV, dibentengi oleh barisan pertahanan yang diisi Kiliann Sildillia, Ryan Flamingo, dan Yarek Gasiorowski. Lini serang akan dipimpin oleh Ricardo Pepi sebagai ujung tombak dengan dukungan dari Ivan Perisic.
| Kiper | Matej Kovar |
| Bek | Kiliann Sildillia, Ryan Flamingo, Yarek Gasiorowski, Sergiño Dest |
| Gelandang | Noah Fernandez, Paul Wanner, Guus Til |
| Penyerang | Bajraktarevic, Ricardo Pepi, Ivan Perisic |
Kemenangan pada laga ini tidak hanya berarti tambahan poin, tetapi juga catatan sejarah bagi Peter Bosz secara pribadi. Raihan tiga gelar liga bersama PSV akan membuat namanya sejajar dengan manajer legendaris klub seperti Kees Rijvers dan Phillip Cocu.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·