PT KAI Tanggung Biaya Korban Kecelakaan di Bekasi Timur

Sedang Trending 1 jam yang lalu

PT KERETA Api Indonesia memastikan seluruh korban dalam insiden tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur mendapatkan penanganan maksimal. Perseroan menegaskan seluruh biaya pengobatan korban luka serta biaya pemakaman korban meninggal ditanggung penuh oleh asuransi dan PT KAI.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan fokus utama perusahaan saat ini adalah penanganan korban dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait. “Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian ini serta permohonan maaf kepada seluruh pelanggan. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik,” kata Anne dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 28 April 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Dalam insiden tersebut, seluruh 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat. Sementara itu, dari penumpang KRL tercatat 14 orang meninggal dan 84 orang mengalami luka-luka yang saat ini tengah menjalani perawatan medis.

Para korban dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah Bekasi, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung. Lalu RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Anne mengatakan proses evakuasi berlangsung cukup lama karena masih terdapat korban yang selamat dan membutuhkan penanganan secara hati-hati. Tim gabungan yang terdiri dari tenaga medis, Basarnas, dan petugas KAI terus berupaya memberikan pertolongan maksimal. “Untuk membantu keluarga korban, KAI juga membuka posko informasi di Stasiun Bekasi Timur,” katanya.

Sementara itu, operasional stasiun untuk sementara dihentikan, dan perjalanan KRL hanya dilayani hingga Stasiun Bekasi. Sebelumnya, kecelakaan kereta terjadi pada Senin malam, 27 April 2026. Insiden ini terjadi sekitar pukul 20.55 WIB, ketika KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi menabrak bagian belakang KRL yang tengah berhenti di peron Stasiun Bekasi Timur. Insiden ini menyebabkan lalu lintas kereta di lintas Jakarta–Cikarang lumpuh total.