Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - PT PAL Indonesia mempertegas langkah strategisnya sebagai National Consolidator dengan mengonsolidasikan kekuatan galangan kapal nasional melalui proyek pembangunan Kapal Pinisi Serbaguna untuk Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
"Proyek ini menjadi titik awal pembentukan ekosistem industri maritim yang terintegrasi, sekaligus memantik industrialisasi sektor galangan di kawasan Indonesia Timur," kata Direktur Utama PT PAL Kaharuddin Djenod di Surabaya, Senin.
Dalam proyek ini, PT PAL menggandeng PT Industri Kapal Indonesia (Persero) atau PT IKI sebagai mitra utama dengan PT PAL sebagai lead integrator yang mengendalikan desain, standar kualitas, dan tata kelola produksi sedangkan PT IKI menjalankan pembangunan fisik kapal.
Kaharuddin mengatakan skema tersebut menandai pergeseran strategis dari pendekatan proyek parsial menuju orkestrasi industri yang terstruktur.
Ia menekankan konsolidasi yang dijalankan bukan untuk menguasai industri melainkan untuk memperkuat seluruh elemen di dalamnya.
Bahkan proyek ini dinilai akan menciptakan efek berganda yang signifikan mulai dari peningkatan kapasitas galangan lokal, penyerapan tenaga kerja, hingga tumbuhnya industri pendukung seperti manufaktur material, sistem permesinan, dan rantai pasok nasional.
Kapal Pinisi Serbaguna yang dibangun memiliki panjang 52 meter dan dirancang multifungsi mulai dari pengawasan wilayah, distribusi logistik, hingga pelayanan publik.
Kapal itu juga dilengkapi kapasitas distribusi BBM subsidi untuk wilayah terpencil, serta fasilitas akomodasi hingga 87 orang.
Secara strategis, kapal ini akan dioptimalkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sebagai platform layanan terpadu termasuk mendukung program pemerataan kesehatan melalui pengiriman tenaga medis secara berkala ke pulau-pulau terpencil.
Tak hanya itu, proyek ini membuka peluang ekonomi baru seiring tingginya permintaan kapal Pinisi baik dari pasar domestik maupun internasional.
Potensi order lanjutan ini diproyeksikan menjadi katalis pertumbuhan industri galangan nasional khususnya di Indonesia Timur sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok maritim global.
“Kita sedang membangun fondasi industri, bukan sekadar menyelesaikan proyek. Jika konsolidasi ini berjalan konsisten, Indonesia akan naik kelas dari pasar menjadi pemain utama dalam industri maritim dunia,” kata Kaharuddin.
Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·