Puan Maharani Dorong Peningkatan Keterwakilan Perempuan di DPR RI

Sedang Trending 47 menit yang lalu

Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong seluruh perempuan di Indonesia untuk meningkatkan keterwakilan politik di parlemen dalam Forum Diskusi Nasional Kaukus Perempuan Parlemen RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis (21/5/2026).

Jumlah legislator perempuan saat ini tercatat baru mencapai 130 orang dari total 580 anggota DPR RI, atau setara dengan 22,4 persen, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Puan menyatakan bahwa angka keterwakilan yang ada saat ini patut disyukuri sebagai pencapaian yang lebih baik dibandingkan dengan periode sebelumnya, meskipun jumlah tersebut dinilai masih belum cukup.

"Hari ini, sudah ada 130 perempuan dari 580 anggota DPR RI atau 22,4% perempuan. Itu pencapaian yang luar biasa. Namun, angka ini belum cukup, angka ini lebih baik daripada periode sebelumnya, namun belum juga cukup," kata Puan Maharani, Ketua DPR RI.

Politisi perempuan tersebut menjelaskan bahwa persentase parlemen saat ini masih berada di bawah ambang batas standar internasional yang menetapkan keterwakilan bermakna sebesar 30 persen.

"Kita juga harus jujur standar keterwakilan bermakna secara internasional ada di angka 30%. Artinya, perempuan yang ada di parlemen belum cukup. Kita masih berada di bawah ambang batas itu," kata Puan Maharani, Ketua DPR RI.

Ketua DPP PDIP tersebut menguraikan adanya jarak antara representasi politik dan transformasi, di mana kehadiran perempuan di ruang pengambilan keputusan belum sepenuhnya dilibatkan dalam merancang sistem keputusan itu sendiri.

"Yang lebih penting lagi untuk kita renungkan bersama, betul perempuan sudah ada di ruang pengambilan keputusan. Tetapi belum selalu ikut merancang ruangan itu. Jadi apa yang salah? Dan apa yang harus kita lakukan? Inilah yang saya sebut sebagai jarak antara representasi dan transformasi. Dan menutup jarak itulah yang menjadi misi dari forum ini," sambung Puan Maharani, Ketua DPR RI.

Untuk mewujudkan keterwakilan tersebut, Puan meminta agar seluruh perempuan di Indonesia solid bekerja sama, sekaligus merefleksikan posisinya sebagai perempuan pertama yang berhasil menjabat sebagai Ketua DPR RI selama dua periode.

"Jadi kita, perempuan-perempuan Indonesia, harus bersama-sama, bergotong-royong, solid bersatu, untuk bisa menerbangkan sayap kita untuk terbang setinggi-tingginya," ungkap Puan Maharani, Ketua DPR RI.

Puan menegaskan kembali bahwa pencapaian posisinya saat ini membuktikan bahwa peluang kepemimpinan lembaga legislatif terbuka lebar bagi perempuan lain di masa depan.

"Saya berdiri di sini, sebagai satu-satunya perempuan di Indonesia, yang alhamdulillah sudah dipercaya dua kali menjadi Ketua DPR RI yang ada di Indonesia. Artinya, setelah saya, Insyaallah siapapun bisa menjadi Ketua DPR RI lagi," tambah Puan Maharani, Ketua DPR RI.

Upaya menduduki jabatan puncak kepemimpinan legislatif diakui melewati proses perjuangan yang tidak mudah guna meruntuhkan hambatan struktural bagi kaum perempuan.

"Tidak ada orang yang kemudian mengatakan perempuan tidak bisa jadi Ketua DPR. Karena tembok-tembok yang selama ini menghalangi untuk menjadi Ketua DPR alhamdulillah sudah rontok, sudah runtuh, sudah hancur. Artinya sudah ada perempuan yang bisa jadi Ketua DPR. Ini satu perjuangan yang tidak mudah," imbuh Puan Maharani, Ketua DPR RI.