Punya Skuad Bertabur Bintang, Roberto Martinez Pusing Susun Timnas Portugal?

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Mohammad Resha Pratama - detikSport Rabu, 10 Jun 2026 18:45 WIB

Lisbon - Punya skuad bertabur bintang terkadang bak pisau bermata dua untuk pelatih, tak terkecuali Roberto Martinez di Timnas Portugal. Apakah Martinez pusing ketika menyusun tim?

Martinez akan kembali ke Piala Dunia bersama negara berbeda setelah dua kali memimpin Belgia. Martinez kini menangani Portugal, salah satu favorit juara di pesta bola 2026 ini.

Selain punya Cristiano Ronaldo sebagai kapten dan mesin gol, Portugal juga memiliki sederet pemain top mulai di berbagai sektor. Sebut saja Ruben Dias, Nuno Mendes, dan Joao Cancelo di belakang, lalu Ruben Neves, Joao Neves, Vitinha, Bruno Fernandes, dan Bernardo Silva di tengah.

Di depan ada Ronaldo, Joao Felix, Rafael Leao, Goncalo Ramos, dan Pedro Neto. Dengan materi seperti ini, wajar jika Portugal dijagokan mengangkat trofi Julies Rimet pertama kalinya.

Tapi di satu sisi, kemewahan yang dimiliki bisa jadi bumerang untuk Martinez apabila tidak pintar mengatur ego pemain, terutama Ronaldo sebagai pemain paling senior. Selama ini kencang rumor bahwa Ronaldo adalah bos sebenarnya di Timnas Portugal, bukan pelatih.

Terkait itu, Martinez cuma bisa berusaha meracik strategi sebaik mungkin agar Portugal bisa tampil bagus dan menang.

"Ini adalah tim yang dipenuhi pemain bertalenta. Kami punya struktur dan kedisplinan untuk memenangi setiap laga. Statistik membuktikan itu: banyak gol, kemenangan... Komitmen penuh untuk menekan lawan sampai daerahnya dan bertahan dengan cepat, itulah gaya kami. Itu hasil pembinaan 15 tahun di level usia muda Portugal," ujar Martinez seperti dikutip ESPN.

"Aspek lainnya adalah taik. Ini sedikit berbeda ketika membicarakan soal struktur taktik kami. Kami punya gaya bermain. Untuk taktik, saya sudah katakan sejak hari pertama. Idenya adalah kami bisa sefleksibel mungkin secara taktik untuk beradaptasi dengan pemain yang ada di tim dan itu yang sedang kami lakukan... gaya main kami adalah menyerang dan itu sudah sejak dulu."