Karawang, Jawa Barat (ANTARA) - PT Pupuk Kujang memastikan stok pupuk bersubsidi di wilayah Jawa Barat dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan petani pada musim tanam gadu, yang diprediksi beriringan dengan musim kemarau.
Sekretaris Perusahaan Pupuk Kujang Ade Cahya Kurniawan di Karawang, Jabar, Senin, menyampaikan ketersediaan pupuk menjadi hal yang sangat krusial.
Apalagi memasuki musim tanam gadu yang berbarengan dengan fenomena El Nino.
Pupuk Kujang sebagai produsen pupuk terus menjaga keandalan pabrik dan kestabilan operasi, dengan terus mengoptimalkan performa produksi demi menjaga ketersediaan pupuk bagi petani.
Di Jawa Barat, memasuki musim tanam gadu atau musim tanam II kali ini, stok pupuk terpantau aman, sesuai dengan ketentuan.
Musim tanam gadu adalah periode tanam padi kedua atau musim tanam di musim kemarau (biasanya April-Juli) yang mengandalkan sisa air hujan atau tadah hujan.
Berdasarkan pendataan hingga 23 April 2026, stok pupuk bersubsidi di wilayah Jawa Barat mencapai 26.278,9 ton, terdiri atas pupuk urea sebanyak 22.963,8 ton, NPK sebanyak 1.817 ton, dan pupuk organik sebanyak 2.657 ton.
"Stok itu adalah jumlah total stok di gudang lini 1 dan lini 3 yang termuat dalam sistem pemantauan digital secara real time," katanya.
Ade menyampaikan agar para petani tidak terlalu khawatir untuk melakukan penanaman padi. Sebab stok pupuk cukup aman.
"Para petani tidak usah khawatir. Mereka bisa melakukan budi daya padi dengan optimal saat musim tanam gadu ini," katanya.
Sementara itu, sesuai dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat, musim kemarau mulai tiba di akhir April. Kemarau akan meluas hingga sebanyak 56 persen wilayah di Jawa Barat.
Pada musim kemarau ini, sebanyak 93 persen wilayah Jawa Barat diprediksi mengalami kekeringan.
Selain itu, BMKG juga memprediksi musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang. Hanya sebagian kecil atau 10 persen wilayah yang durasi musim kemaraunya sama dengan kondisi normal.
Untuk puncak kemarau, BMKG memprediksi akan terjadi pada Agustus 2026.
Pewarta: M Ali Khumaini
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·