Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyanggah penilaian yang menyebut capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen pada kuartal I 2026 hanya dipicu oleh efek basis rendah tahun sebelumnya. Penjelasan tersebut disampaikan dalam pengarahan media di Kementerian Keuangan pada Senin (11/5/2026).
Dilansir dari Money, realisasi pertumbuhan pada awal tahun ini diklaim sebagai dampak positif dari strategi pemerintah dalam menjaga likuiditas serta akselerasi belanja negara. Langkah tersebut sengaja diambil untuk memastikan aktivitas ekonomi dapat terdistribusi secara lebih merata sepanjang tahun berjalan.
"Kalau kita lihat year on year, musimannya harusnya hampir hilang. Jadi bukan sekadar low base. Yang jelas pertumbuhannya lebih cepat dan ini melanjutkan pertumbuhan yang juga lebih cepat pada triwulan IV tahun lalu," kata Purbaya, Menteri Keuangan.
Purbaya memaparkan bahwa pergeseran momen Ramadan dan Idulfitri sekitar 16 hari dibandingkan tahun lalu tidak memberikan dampak yang dominan dalam perhitungan tahunan. Ia menekankan bahwa arah tren kenaikan ekonomi saat ini sudah terlihat dengan sangat jelas.
"Kalau Anda lihat, trennya clear naik. Itu yang kita jaga dan akan terus kita dorong supaya berlangsung ke depan," katanya Purbaya, Menteri Keuangan.
Merespons kritik dari kalangan ekonom mengenai kualitas pertumbuhan ekonomi di tiga bulan pertama tahun ini, Purbaya menilai pandangan tersebut belum melihat kebijakan fiskal secara menyeluruh. Pemerintah tetap fokus mendorong sektor swasta agar tetap produktif di tengah gejolak pasar global.
"Jadi kalau angka jelek ribut, angka tinggi ribut juga," ujarnya Purbaya, Menteri Keuangan.
Strategi penguatan ekonomi dilakukan melalui percepatan pembayaran subsidi pupuk serta penyelesaian kewajiban pemerintah kepada PT Pertamina (Persero). Selain itu, belanja pemerintah di berbagai daerah turut dipacu sejak awal tahun untuk menciptakan daya dorong ekonomi yang stabil.
"Saya jaga likuiditas supaya private sector bisa bergerak. Saya dorong belanja pemerintah di triwulan pertama dipercepat sehingga daya dorong ekonomi lebih merata sepanjang tahun," jelas Purbaya, Menteri Keuangan.
Melalui percepatan aliran dana dari pemerintah, perputaran ekonomi di tingkat lapangan diharapkan semakin cepat, terutama bagi para kontraktor dan subkontraktor yang bergantung pada ketepatan waktu pembayaran proyek negara.
"Tahun lalu Pertamina punya uang cukup enggak? Enggak. Jadi kalau Pertamina dibayar tepat waktu, seluruh subkontraktor juga akan dibayar tepat waktu. Itu memutarkan ekonomi juga," katanya Purbaya, Menteri Keuangan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 yang mencapai 5,61 persen menunjukkan peningkatan signifikan. Posisi ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada periode yang sama di tahun sebelumnya yang berada di level 4,87 persen.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·