Putin Gelar Parade Hari Kemenangan Sederhana di Tengah Gencatan Senjata

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Presiden Rusia Vladimir Putin menyelenggarakan peringatan Hari Kemenangan Perang Dunia II di Lapangan Merah, Moskow, pada Sabtu, 9 Mei 2026, dengan format yang relatif sederhana. Perayaan ini berlangsung setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump berhasil menengahi gencatan senjata selama tiga hari antara Rusia dan Ukraina.

Dilansir dari Bloombergtechnoz, perayaan tahunan ini tidak menampilkan peralatan militer berat untuk pertama kalinya sejak 2007, meski atraksi pesawat angkatan udara tetap dilaksanakan. Barisan tentara Korea Utara turut bergabung dengan pasukan Rusia, yang kini juga menyertakan unit sistem drone dalam formasi parade.

Presiden Vladimir Putin menyampaikan pidato yang membandingkan perjuangan Uni Soviet melawan Nazi dengan konflik di Ukraina. Pemimpin Rusia tersebut menekankan adanya kontribusi kolektif dalam upaya mencapai kemenangan militer saat ini.

"dipersenjatai dan didukung oleh seluruh blok NATO," kata Putin, saat menyebut kondisi Ukraina tanpa mengakui invasi skala penuh yang dimulai Rusia pada Februari 2022.

Ia menegaskan bahwa seluruh elemen di negaranya saat ini memiliki satu fokus yang sama dalam menghadapi tekanan internasional dan situasi di medan perang.

"memiliki tujuan bersama. Setiap orang memberikan kontribusi pribadi untuk kemenangan," katanya.

Parade di Lapangan Merah ini dipimpin untuk pertama kalinya oleh Kolonel Jenderal Andrey Mordvichev, komandan Angkatan Darat Rusia. Mordvichev sebelumnya dikenal sebagai pemimpin pasukan Rusia dalam operasi militer di wilayah Mariupol dan Avdiivka, Ukraina timur.

Pelaksanaan acara dilaporkan berjalan lancar tanpa insiden keamanan meskipun ketegangan sempat meningkat sebelum pengumuman gencatan senjata. Donald Trump secara mendadak mengumumkan bahwa penghentian kontak senjata berlaku mulai 9 hingga 11 Mei 2026.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Rusia telah memutuskan untuk meniadakan tank dan peluncur rudal dalam parade guna menghindari risiko serangan drone Ukraina. Keamanan di ibu kota diperketat menyusul insiden drone yang sempat menghantam gedung apartemen di dekat Kremlin serta serangan luas di wilayah Rusia selatan pekan lalu.

Salah satu serangan tersebut berdampak signifikan pada pusat kendali lalu lintas udara di Rostov-on-Don. Akibatnya, operasional bandara di 13 kota di Rusia selatan terhenti dan mengganggu perjalanan sedikitnya 14.000 penumpang pesawat.