Qualcomm memperkenalkan platform XR terbaru bernama Snapdragon Reality Elite serta framework baru untuk mempercepat pengembangan kacamata pintar berbasis teknologi kecerdasan buatan atau AI. Pengumuman tersebut dilakukan dalam ajang Augmented World Expo 2026, menandai langkah baru Qualcomm dalam mendorong adopsi perangkat extended reality, augmented reality, dan AI wearable generasi berikutnya. Seperti dilansir dari Medcom, Snapdragon Reality Elite diposisikan sebagai chipset XR paling bertenaga yang pernah dikembangkan Qualcomm.
Platform ini dirancang untuk mendukung headset XR premium maupun kacamata pintar yang membutuhkan pemrosesan AI langsung di perangkat tanpa terlalu bergantung pada cloud.
Qualcomm menyebut chip tersebut menawarkan peningkatan performa grafis hingga 60%, peningkatan CPU sebesar 30%, serta kemampuan AI yang mencapai 48 trillion operations per second atau TOPS. Selain peningkatan performa, Snapdragon Reality Elite juga diklaim mampu menghadirkan efisiensi daya yang lebih baik.
Qualcomm menyebut platform tersebut dapat memberikan masa pakai baterai hingga 20% lebih lama dibandingkan dengan generasi sebelumnya, sekaligus menjaga suhu perangkat tetap lebih rendah saat menjalankan aplikasi XR dan AI intensif. Qualcomm melihat perkembangan AI generatif dan spatial computing sebagai dua tren teknologi yang akan semakin terhubung dalam beberapa tahun ke depan.
Karena itu, Snapdragon Reality Elite dirancang untuk mendukung pengalaman AR dan XR lebih imersif, termasuk tampilan hingga resolusi 4.4K pada 90 frame per detik untuk setiap mata. Kemampuan AI lebih besar memungkinkan berbagai fitur dijalankan langsung di perangkat, seperti pengenalan objek secara real-time, penerjemahan bahasa, asisten virtual berbasis AI, hingga pemahaman konteks lingkungan sekitar pengguna tanpa harus selalu mengirim data ke server cloud. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan responsivitas sistem, tetapi juga membantu mengurangi latensi dan konsumsi daya.
Qualcomm menyebut teknologi tersebut akan menjadi fondasi bagi generasi baru perangkat XR lebih ringan, lebih nyaman digunakan, dan memiliki daya tahan baterai lebih baik dibandingkan dengan produk yang tersedia saat ini.
Selain chipset baru, Qualcomm juga memperkenalkan Snapdragon START atau Scalable Turnkey AI-Ready Toolkit, framework yang dirancang untuk membantu produsen mempercepat pengembangan perangkat AI wearable, khususnya kacamata pintar. Melalui Snapdragon START, Qualcomm menyediakan fondasi perangkat keras dan perangkat lunak yang dapat langsung digunakan oleh mitra industri untuk membangun produk AI glasses tanpa harus memulai seluruh proses pengembangan dari nol. Pendekatan ini diharapkan dapat memangkas waktu peluncuran produk sekaligus memperluas ekosistem perangkat berbasis AI dan XR.
Framework tersebut juga sejalan dengan strategi Qualcomm yang semakin agresif mengembangkan pasar wearable AI.
Sebelumnya, perusahaan telah memperkenalkan Snapdragon Wear Elite untuk perangkat wearable berbasis AI seperti smartwatch, AI pin, dan kacamata pintar. Peluncuran Snapdragon Reality Elite terjadi saat industri teknologi mulai berlomba mengembangkan perangkat komputasi generasi berikutnya.
Google, Samsung, Meta, Snap, dan Xreal menjadi beberapa perusahaan yang tengah berinvestasi besar pada headset XR maupun kacamata pintar berbasis AI. Qualcomm mengungkapkan bahwa platform barunya telah digunakan dalam sejumlah proyek perangkat XR generasi mendatang, termasuk pengembangan kacamata pintar Android XR dan perangkat optik transparan menggabungkan AI dengan pengalaman augmented reality.
Dengan kombinasi chipset baru dan framework pengembangan AI wearable, Qualcomm berharap dapat mempercepat transisi industri dari era smartphone menuju era spatial computing, dengan interaksi pengguna dengan teknologi semakin mengandalkan perangkat yang dikenakan di tubuh, termasuk kacamata pintar berbasis AI.
14 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·