Jakarta -
Panjang umur hingga mencapai usia 117 tahun, pola makan dan gaya hidup wanita asal Spanyol ini diteliti hingga ditemukan rahasia panjang umurnya. Ini penjelasannya.
Wanita bernama María Branyas Morera menjadi sorotan dunia setelah mampu hidup hingga usia 117. Perempuan yang dinobatkan sebagai salah satu manusia tertua di dunia itu ternyata memiliki pola hidup sederhana, termasuk kebiasaan mengonsumsi yogurt setiap hari.
Temuan ini diungkap dalam studi yang diterbitkan di jurnal Cell Reports Medicine dan melibatkan peneliti dari berbagai institusi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Studi ini meneliti kondisi biologis María yang meninggal pada 2024 di usia 117 tahun 168 hari. Peneliti menganalisis DNA, protein, ekspresi gen, hingga mikrobioma usus wanita tersebut. Selanjutnya, mereka membandingkan hasilnya dengan data orang-orang dengan umur di bawahnya.
Dilansir dari Food & Wine (4/5), hasil penelitian menunjukkan bahwa María memiliki gen pelindung, metabolisme yang sehat, kadar trigliserida rendah, serta kolesterol HDL atau kolesterol baik yang tinggi.
Ngeri! Virus dari Udang dan Ikan Ini Disebut Picu Infeksi Mata Manusia Foto: Site News
Temuan paling menarik ada pada kondisi mikrobioma ususnya. Biasanya, keragaman bakteri baik dalam usus akan menurun seiring bertambahnya usia.
Namun, pada María, mikrobioma ususnya tetap sangat beragam bahkan hingga akhir hayat. Peneliti menemukan bakteri baik seperti Bifidobacterium dalam jumlah tinggi di ususnya. Bakteri tersebut berfungsi untuk mendukung daya tahan tubuh, kesehatan usus, hingga umur panjang.
Kondisi usus yang dimiliki María disebut mirip dengan orang yang jauh lebih muda darinya. Salah satu kebiasaan makan Maria yang disorot adalah konsumsi tiga porsi yogurt setiap hari.
Yogurt tersebut yang membantu menjaga keragaman bakteri baik dalam ususnya. Ahli gizi sekaligus pakar kesehatan usus Renee Korczak menjelaskan bahwa sekitar 70% hingga 80% sistem kekebalan tubuh berada di usus.
"Mikrobioma usus berfungsi sebagai sistem pengatur yang membantu mengendalikan sinyal-sinyal peradangan dan kekebalan," jelasnya.
Sementara itu, ahli kesehatan Mark Kovacs, mengatakan mikrobioma usus membantu tubuh mengontrol peradangan, menjaga lapisan usus tetap kuat, dan menghasilkan senyawa bermanfaat dari makanan.
Ngeri! Virus dari Udang dan Ikan Ini Disebut Picu Infeksi Mata Manusia Foto: Site News
"Dengan kata lain, mikrobioma yang sehat sering dikaitkan dengan peradangan kronis yang lebih rendah dan fungsi imun yang lebih kuat, keduanya menjadi kunci penuaan sehat," ujar Kovacs.
Meski begitu, peneliti menjelaskan bahwa studi ini hanya melibatkan satu orang saja sehingga belum bisa membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung.
Namun, sejumlah penelitian lain juga menunjukkan bahwa kesehatan usus memang berkaitan erat dengan kualitas hidup dan umur panjang.
Untuk menjaga kesehatan mikrobioma usus, para ahli menyarankan agar orang-orang menerapkan pola makan yang kaya makanan nabati, makanan fermentasi, serta lemak sehat.
Beberapa contohnya, seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, yogurt, kefir, kimchi, miso, alpukat, minyak zaitun, hingga ikan berlemak seperti salmon dan makarel.
Selain pola makan, faktor lain, seperti olahraga rutin, tidur yang cukup, menjaga berat badan, menghindari rokok, membatasi alkohol, serta memiliki hubungan sosial yang baik juga berperan penting terhadap umur panjang.
(sob/sob)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·