Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv mendorong warga penerima bantuan budidaya ikan bioflok di Desa Mekarsari, Kabupaten Bandung Barat, untuk memanfaatkan hasil panen sebagai modal pengembangan usaha mandiri. Arahan tersebut disampaikan saat kegiatan panen raya ikan tematik bersama Koperasi Desa Merah Putih pada Minggu (9/5/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Barat II tersebut mengingatkan agar keuntungan yang didapat tidak habis untuk keperluan konsumtif. Penegasan ini bertujuan agar masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan pemerintah dan mampu memperkuat struktur ekonomi keluarga secara berkelanjutan di masa mendatang.
"Mudah-mudahan hasilnya bisa berkah, dan hasilnya jangan dipakai buat kawin lagi, tapi beli bibit dan tambah lagi bibitnya. Bila perlu bukan hanya bibitnya, tapi nanti bisa mandiri punya bioflok sendiri," kata Rajiv, Anggota Komisi IV DPR RI.
Pemerintah memberikan stimulus awal melalui program bantuan ini dengan harapan terciptanya kemandirian ekonomi di tingkat desa. Rajiv menyatakan bahwa keberhasilan masyarakat dalam mengelola bantuan tahun ini akan menjadi tolok ukur pemberian dukungan serupa pada periode berikutnya.
"Kalau semuanya kita bantu, nanti tidak mandiri-mandiri. Coba buktikan dulu ke saya tahun ini bisa mandiri, nanti tahun depan bisa kita bantu lagi," ujar Rajiv, legislator dari Fraksi Partai Nasdem.
Guna menunjang keberhasilan budidaya tersebut, Rajiv mendesak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk intens memberikan pelatihan teknis. Peningkatan kapasitas peternak dianggap krusial agar kualitas dan kuantitas panen ikan yang dihasilkan masyarakat dapat meningkat secara signifikan.
"Dari KKP sudah saya minta diberi pelatihan lagi tingkatkan kapasitas dan kemampuan masyarakat berbudidaya ikan. Mungkin kalau lebih telaten, ikan akan gemuk-gemuk dan bisa banyak panennya," imbuhnya.
Selain memberikan arahan, Rajiv juga berkomitmen melakukan pengawasan berkala terhadap perkembangan para penerima manfaat di lapangan. Evaluasi ini mencakup sektor budidaya ikan maupun peternakan ayam petelur yang banyak tersebar di wilayah Desa Mekarsari.
"Setelah saya kunjungi semua penerima manfaat baik ayam petelur maupun budidaya ikan, nanti 3-4 bulan ada tim saya datang melihat. Jangan-jangan habis saya pergi, ayamnya dijual," ungkapnya.
Monitoring ketat tersebut diklaim sebagai bentuk edukasi agar masyarakat lebih serius dalam mengasah kemampuan berwirausaha. Langkah ini diambil guna memastikan aset bantuan tetap terjaga dan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi warga setempat.
"Saya melihat untuk memastikan, bukan nggak percaya tapi kita mau mengajari biar masyarakat serius bisa meningkatkan kemampuannya," tegas Rajiv.
Pada akhir pernyataannya, Rajiv berharap adanya kolaborasi antara unit penyedia gizi setempat dengan koperasi desa dalam penyerapan hasil panen. Hal ini dimaksudkan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi agenda unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Sehingga hasil budidaya ikan bioflok masyarakat dapat terserap dengan baik dan manfaatnya semakin luas. Saya senang melihat apa yang kita bantu bisa mewujudkan hasil, apalagi hasilnya untuk masyarakat di desa ini, bukan kelompok tertentu," pungkasnya.
56 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·