Ramai Pelari BAB saat Lomba, Fenomena Runner's Trot Beneran Ada?

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Jakarta -

Mendadak mules dan sakit perut menjelang race kerap dialami para pelari yang umumnya memang memulai lomba pada pagi hari. Bahkan pada beberapa kasus, ada yang sampai buang air besar (BAB) di celana karena tidak tertahankan seperti yang tengah ramai diperbincangkan di media sosial belakangan ini.

Fenomena ini lazim ditemui di dunia lari, dan punya istilah sendiri: runner's trot. Pernah mengalami?

Dikutip dari WebMD, runner's trot adalah kondisi ketika seseorang merasakan dorongan kuat untuk buang air besar selama atau tepat setelah berlari. Kadang, sampai tidak tertahankan sehingga menyebabkan runners diarrhea. Terlebih, biasanya race lari dimulai di pagi hari, yang bagi kebanyakan orang Indonesia merupakan waktu untuk buang air besar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi ini lebih umum terjadi pada pelari jarak jauh, dan cenderung lebih sering terjadi pada wanita daripada pria. Pelari muda lebih mungkin mengalaminya daripada pelari yang lebih tua.

Gejala dari Runner's Trot

Orang yang berlari jarak jauh dapat mengalami beberapa gejala selama kompetisi dan latihan. Semakin jauh jarak yang ditempuh, semakin parah gejala-gejalanya, beberapa tanda tersebut adalah:

  • Kembung
  • Kram perut
  • Diare
  • Inkontinensia feses, atau ketidakmampuan mengontrol buang air besar.
  • Maag
  • Mual
  • Muntah
  • Nyeri dada
  • Keinginan untuk buang air besar
  • Feses berdarah

Kemungkinan Penyebab Runner's Trot

Kondisi tersebut mungkin disebabkan oleh beberapa hal, seperti masalah pencernaan terjadi karena aliran darah ke area tersebut berkurang, dan sebagai gantinya terjadi peningkatan aliran darah ke otot-otot yang digunakan untuk berlari.

Saat berolahraga, aliran darah ke tempat-tempat seperti usus besar berkurang, sehingga mengurangi aliran oksigen dan nutrisi. Dengan intensitas olahraga yang cukup tinggi, berkurangnya aliran darah dan dehidrasi dapat menyebabkan diare mendesak dan kolitis iskemik.

Bagaimana Menghindarinya?

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghindari runner's trot, seperti mengonsumsi obat-obatan tertentu bismuth subsalicylate and loperamide. Konsultasikan dengan profesional kesehatan sebelum mengonsumsi obat-obatan.

Selain itu, pemilihan makanan sebelum berlari juga penting. Dikutip dari Healthline, dalam survei yang dilakukan tahun 2020, beberapa pelari menghindari makanan seperti daging, produk susu, ikan atau seafood, unggas, hingga makanan tinggi serat.

Bisa juga untuk menghindari pakaian yang ketat. Hal ini karena pakaian ketat dapat menghambat aliran darah ke saluran pencernaan dan membuat gejala diare semakin tidak nyaman.

Simak Video "Video: Amankan Slotmu! Jogja Run D City Bakal Digelar Minggu Depan"
[Gambas:Video 20detik]
(dpy/up)