Raphinha Memastikan Skuad Timnas Brasil Tetap Harmonis

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Penyerang sayap Barcelona, Raphinha, menegaskan bahwa persaingan ketat dalam laga El Clasico tidak akan merusak keharmonisan internal skuad tim nasional Brasil yang sedang bersiap menghadapi kompetisi internasional. Pernyataan tersebut disampaikan Raphinha kepada media TNT Sports Brasil pada Kamis, 21 Mei 2026.

Hubungan antarpemain dari klub rival yang berbeda dipastikan tetap berjalan profesional di dalam kamp latihan nasional. Skuad Brasil tetap menjaga hubungan baik demi bersatu membela negara mereka.

"Saya tidak pernah memperhatikan hal itu, setidaknya tidak dalam kasus Vini dan saya, atau Rodrygo, Militão, dan Endrick. Ketika kami bergabung dengan tim nasional, persaingan klub praktis menghilang karena kami tahu kami di sini membela negara kami terlepas dari di mana kami bermain. Saya rasa itu tidak dipaksakan. Bukan berarti, ‘Saya harus masuk tim nasional dan saya harus mengesampingkan bagian itu.’ Tidak. Itu adalah sesuatu yang terjadi secara alami," kata Raphinha, Penyerang Sayap Barcelona.

Atmosfer pertandingan dipastikan tetap tinggi tanpa mengganggu soliditas tim di luar lapangan. Menurut Raphinha, ketegangan antarpemain merupakan bagian yang wajar dari sebuah pertandingan besar.

"Kami tiba di kamp pelatihan dan kami akur. Bahkan di El Clásico, kami saling menghormati; masing-masing dari kami benda tim kami dengan segala kemampuan yang kami miliki, tetapi ketika kami berada di tim nasional, persaingan itu hilang," tutur Raphinha, Penyerang Sayap Barcelona.

Mantan pemain Leeds United itu menganggap emosi yang memuncak saat membela klub masing-masing merupakan hal yang lumrah. Tensi tinggi dinilainya sebagai identitas utama dari pertandingan sebesar El Clasico.

"Kami mengesampingkan klub dan fokus pada tim nasional. Terkadang kami memang memanas, tetapi itu normal. Jika El Clásico tidak memanas, itu bukanlah El Clásico," kata Raphinha, Penyerang Sayap Barcelona.

Menjelang bergulirnya Piala Dunia FIFA 2026, Raphinha mengakui adanya perasaan cemas yang mulai muncul. Namun, intensitas kecemasan tersebut dirasakan masih dalam batas normal.

"Saya sangat cemas, tetapi hanya ketika Piala Dunia semakin dekat. Misalnya, saya merasa cemas tentang Piala Dunia saat ini, tetapi itu tidak sama dengan berada 15 hari lagi menuju turnamen atau sehari sebelum pertandingan pembuka kami," ujar Raphinha, Penyerang Sayap Barcelona.

Perasaan gugup diakuinya selalu hadir mengingat besarnya skala turnamen empat tahunan tersebut. Baginya, tekanan serupa pasti dirasakan oleh setiap pesepak bola profesional dari tingkat mana pun.

"Ini adalah rasa gugup yang wajar tentang bermain di turnamen ini. Kita akhirnya merasa seperti ini karena Piala Dunia adalah Piala Dunia – tidak mungkin menganggapnya enteng. Kecemasan dan kegugupan ini wajar, terlepas dari level masing-masing pemain," ucap Raphinha, Penyerang Sayap Barcelona.

Winger Brasil ini juga membagikan impian besar terkait partai puncak turnamen tersebut. Ia mengungkapkan adanya pembicaraan mengenai potensi laga final ideal yang melibatkan rekan setimnya di Barcelona.

"Neymar dan Lamine Yamal telah sepakat untuk final Brasil melawan Spanyol di Piala Dunia. Saya juga akan senang jika ada pertandingan seperti itu di final. Akan sangat bagus jika ada final Brasil melawan Spanyol," kata Raphinha, Penyerang Sayap Barcelona.

Komposisi skuad Brasil yang mumpuni membuatnya percaya diri menghadapi lawan mana pun di masa depan. Raphinha menilai pertandingan menghadapi tim matang seperti Spanyol akan menyajikan tontonan yang sangat menghibur bagi pencinta sepak bola.

"I tidak keberatan siapa yang bermain untuk tim lawan, seperti Lamine. Kami juga memiliki banyak pemain berkualitas tinggi di tim kami. Itu akan luar biasa. Itu akan menjadi pertandingan yang sangat menarik," tutur Raphinha, Penyerang Sayap Barcelona.

Selain membahas tim nasional, Raphinha sempat mengenang kembali bursa transfer musim panas tahun 2022 ketika ia menolak tawaran dari dua klub besar London demi bergabung dengan Barcelona. Keputusan itu diambil demi mengikuti jejak para legenda Brasil di Camp Nou, dan komitmennya tetap kokoh di bawah asuhan Hansi Flick meskipun ada rumor ketertarikan dari klub Liga Pro Arab Saudi.

"Saya mendapat tawaran dari tim Biru dan juga tim Merah dari London, tetapi keputusan terbaik dalam karier saya adalah bergabung dengan Barcelona," kata Raphinha, Penyerang Sayap Barcelona.

Penyerang sayap ini kemudian memberikan pandangannya mengenai sosok striker idaman dengan memuji kapten tim nasional Inggris dan penyerang Bayern Munich, Harry Kane.

"Ya, ia memiliki insting posisi yang luar biasa; ia bermain bagus dan mencetak gol. Saya memasukkannya ke dalam kategori pemain yang sangat hebat. Dia hampir jenius, tapi jenius sangat langka di level itu," ujar Raphinha, Penyerang Sayap Barcelona.