Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) menggelar Jalan Santai Kerukunan dan Kebhinnekaan Lintas Agama dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun ke-219, Sabtu (9/5).
Acara bertema “Syukur 219 Tahun KAJ dalam Menjaga Keutuhan Alam Ciptaan” ini dipusatkan di Gereja Katedral Jakarta dan dihadiri langsung oleh Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, serta Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo.
Acara dibuka dengan pemotongan tumpeng, dan doa bersama, sebelum para peserta dilepas menyusuri rute Jalan Veteran 3, Jalan Perwira, Lapangan Banteng, Hotel Borobudur, Kementerian Keuangan, lalu kembali ke Katedral.
Tak hanya umat Katolik, warga dari berbagai agama turut berpartisipasi dan tampak hadir di kawasan Katedral sejak pagi. Acara juga dimeriahkan penampilan barongsai, reog, hingga tanjidor.
Kardinal Suharyo mengatakan, perayaan ini sengaja diwujudkan sebagai ungkapan kebersamaan antarumat, bukan sekadar syukuran seremonial.
“Dengan sengaja tidak ada syukuran macam-macam, tetapi syukur kita wujudkan di dalam usaha kita untuk merawat dan mengembangkan persahabatan, persaudaraan, dan kebersamaan kita sebagai warga negara Indonesia,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan rasa syukur atas kehadiran berbagai pihak khusus pemerintah.
“Ini menunjukkan bahwa kita semua sebagai warga bangsa dan warga Provinsi Daerah Jakarta sungguh-sungguh mendapat pengayoman yang menyertai kita semua dalam keadaan apa pun juga,” tambahnya.
Senada dengan hal itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut kegiatan ini cermin nyata toleransi Indonesia. Menurutnya, dengan tingkat kerukunan umat beragama yang kini mencapai 87%, tercatat sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah republik.
“Dan juga survei membuktikan semenjak Republik Indonesia ini merdeka, alhamdulillah kita juga berhasil naik pada peringkat paling tinggi, 87%. Berarti kita mencapai puncak kerukunan tertinggi semenjak Republik Indonesia ini merdeka,” ujarnya.
“Hari ini kita buktikan, coba kita lihat berbagai macam agama ikut meramaikan acara yang disponsori oleh Katedral ini. Inilah Indonesia, dan inilah yang kita harapkan. Mari kita rawat Indonesia,” imbuhnya.
Terowongan Silaturahmi Simbol Toleransi
Nasaruddin juga menyoroti peran terowongan silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Katedral sebagai simbol toleransi yang kini dikenal dunia.
“Kita berdiri di atas tunnel silaturahmi yang menghubungkan antara Istiqlal dengan Katedral. Ini luar biasa,” ujarnya.
Ia mengatakan, Katedral dan Istiqlal adalah rumah kemanusiaan, bukan sekadar rumah ibadah.
“Idealnya, semua rumah-rumah ibadah itu juga menjadi rumah kemanusiaan. Tidak hanya untuk satu umat, tetapi semua umat manusia mestinya adalah tempat untuk menyelesaikan seluruh persoalan kemanusiaan,” katanya.
Nasaruddin juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus merawat kedamaian yang telah terbangun.
“Mohon jangan ada yang acak-acak kedamaian yang kita bentuk selama ini,” tegasnya.
Senada dengan tema acara soal keutuhan alam ciptaan, Pramono menilai semangat yang diusung KAJ sejalan dengan visi Pemerintah DKI Jakarta.
“Apa yang tadi disampaikan dalam nyanyian, dalam mars, menurut saya sejalan, sehati dengan apa yang menjadi tujuan Pemerintah DKI Jakarta,” ujarnya.
Pramono pun mengapresiasi peran umat Katolik yang selama ini turut menjaga Jakarta tetap aman dan nyaman.
“Saya berterima kasih betul kepada Romo Kardinal dan seluruh pengurus yang ada di Katedral ini, karena selama ini umat Katolik betul-betul menjaga Jakarta menjadi aman, nyaman, dan damai,” katanya.
Ajak Dukung Gerakan Pilah Sampah
Ia pun memanfaatkan momentum ini untuk mengajak Keuskupan Agung Jakarta mendukung gerakan pilah sampah yang akan segera dicanangkan Pemprov pada 10 Mei mendatang.
“Dalam kesempatan ini kami mohon Romo dan jajaran yang ada di Keuskupan Agung Jakarta ini bisa mendukung gerakan untuk pilah sampah yang ada di Jakarta. Karena itu akan memberikan manfaat yang langsung bagi Jakarta,” tegasnya.
Ia juga menyebutkan sejumlah capaian positif Ibu Kota. Jumlah RW kumuh di Jakarta turun dari 445 RW pada 2017 menjadi 211 RW pada 2025–2026.
Pramono juga menyebutkan pencapaian Jakarta yang kini tercatat sebagai kota teraman kedua di ASEAN setelah Singapura.
“Tidak mungkin tanpa peran serta Keuskupan Agung Jakarta maupun Bapak, Ibu, Saudara-saudara sekalian,” ucap Pramono.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·