Jadi intinya...
- Acha Septriasa awalnya terkejut Baim Wong jadi lawan main karena masalah pribadinya.
- Performa Baim Wong sebagai suami pelaku KDRT sangat meyakinkan, mendobrak stigma.
- Kolaborasi mereka di lokasi syuting mengembangkan kapasitas akting keduanya.
Liputan6.com, Jakarta - Ada sejumlah fakta menarik dari lokasi syuting film Suamiku Lukaku karya Sharad Sharan dan Viva Westi. Salah satunya, saat Acha Septriasa tahu lawan mainya Baim Wong. Selama ini, ia jarang adu akting atau terlibat proyek yang sama dengan Baim Wong.
Suamiku Lukaku mengisahkan KDRT yang mewarnai rumah tangga Amina (Acha Septriasa) dan Irfan (Baim Wong). Saat dikabari Viva Westi pemeran Irfan adalah Baim Wong, pelantun “Sampai Menutup Mata,” syok. Acha Septriasa bahkan mempertanyakan kenapa harus Baim Wong.
“Ya, jarang banget. Satu sinetron bareng pun enggak pernah. Waktu itu saya kaget juga sih, karena ada berita dia belum lama (maaf) berpisah. Jadi, gue kayak aduh kasihan. Saya sampai tanya ke Mbak Westi, kenapa mesti dia sih Mbak? Tapi Mbak Westi bilang: Justru harus dia Cha,” katanya dalam wawancara eksklusif dengan Showbiz Liputan6.com di Gedung KLY Jakarta Pusat, belum lama ini.
Di luar dugaan, performa Baim Wong sebagai suami pelaku KDRT sangat meyakinkan. Sang aktor mendobrak stigma. “Baim aktingnya kuat, walaupun di tengah masalah seperti ini, dia malah ingin mendobrak stigma seperti itu di diri dia. Dia bilangnya: Aduh, sebal banget sama skripnya tapi aku harus bisa untuk mendobrak ini semua. Justru aku mau membalas ini semua dengan karya,” Acha Septriasa menyambung.
Yang Tadinya Bertanya-Tanya
Berkaca pada momen ini, bintang film Heart dan 99 Cahaya di Langt Eropa makin meyakini, naskah film akan mencari pemerannya sendiri. Pertemuan Baim Wong dan Acha Septriasa sebagai pemeran utama Suamiku Lukaku adalah takdir yang manis.
“Yang tadinya saya bertanya-tanya kenapa mesti dia, kan dia lagi in the middle of something, lagi ada masalah. Tapi ternyata, memang benar film itu memilih pemerannya sendiri. Enggak bisa kita utak-atik, itu adalah takdir dari atas,” ucapnya.
Baim Wong Mempersembahkan Karakter Irfan
“Dan Baim Wong benar-benar mempersembahkan karakter ini. Aduh, dia bagus banget aktingnya! Bukan hanya saat melampiaskan emosinya tapi, dia benar-benar melepaskan semua atribut sebagai Baim Wong di film ini,” Acha Septriasa menyanjung.
Saat reading dan di lokasi syuting, ia dan Baim Wong banyak berdiskusi bahkan debat. Sebagai sutradara film Lembayung dan Sukma, Baim Wong banyak kasih input. Saling memberi input ini mengembangkan kapasitas akting Baim Wong dan Acha Septriasa.
Mengembangkan Diri
Dalam pandangan Acha Septriasa, Baim Wong sahabat yang baik dna berani jujur. Kritiknya lugas, bukan untuk menjatuhkan melainkan ajakan untuk maju dan berkembang bersama. Tak heran, Acha Septriasa bersyukur adu akting dengan Baim Wong.
“Dia bilang dengan tujuan mengembangkan diri. Saya pun begitu. Belakangan, kita sebagai pemain kalau sudah menyelesaikan lebih dari 50 film, dipuja-puji banyak orang. Kita perlu mendengarkan hal-hal nyelekit. Itu penting dan bagus,” tutupnya.
Ita Rahma Gandeng Angger Dimas, Siap Gebrak Panggung EDM Lewat Karya Kolaborasi
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·