Real Madrid Rencanakan Perombakan Skuad dan Incar Jose Mourinho

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Manajemen Real Madrid dilaporkan tengah menyiapkan revolusi besar-besaran untuk musim 2026/2027 setelah dipastikan mengakhiri kompetisi tanpa gelar. Kepastian ini menyusul kekalahan 0-2 dari Barcelona dalam laga El Clasico di Camp Nou pada Senin (11/5/2026) dini hari WIB.

Hasil minor di kandang lawan tersebut membuat koleksi poin El Real tertahan di angka 77 pada posisi kedua klasemen. Selisih 14 poin dari Barcelona yang berada di puncak sudah tidak mungkin lagi terkejar sehingga trofi La Liga resmi jatuh ke tangan rival mereka.

Kekosongan trofi ini menjadi yang kedua kalinya secara berturut-turut bagi klub berjuluk Los Blancos tersebut. Padahal, petinggi klub sudah mengganti Xabi Alonso dengan Alvaro Arbeloa pada Januari lalu, namun performa tim tidak menunjukkan perbaikan signifikan.

Laporan media Spanyol, AS, menyebutkan bahwa posisi pelatih menjadi fokus utama perubahan. Nama Jose Mourinho muncul sebagai kandidat terkuat untuk kembali menduduki kursi kepelatihan di Santiago Bernabeu musim depan.

Presiden Real Madrid, Florentino Perez, disebut menjadi sosok yang paling gencar mendorong kepulangan pelatih asal Portugal tersebut. Mourinho saat ini masih mempertimbangkan kesiapannya memimpin tim yang sedang dalam masa transisi besar dan kondisi internal yang belum stabil.

Selain sektor kepelatihan, Madrid berencana merekrut sedikitnya tiga hingga empat pemain baru pada bursa transfer musim panas mendatang. Fokus utama perombakan terletak pada lini belakang yang dianggap sebagai titik lemah sepanjang musim ini.

Nasib sejumlah pemain bertahan seperti David Alaba, Ferland Mendy, Eder Militao, hingga Raul Asencio dilaporkan belum menemui kejelasan. Manajemen menginginkan pemain baru yang bisa memberikan dampak instan untuk mengembalikan daya saing klub.

Meskipun terjadi perombakan masif, proyek jangka panjang Madrid tetap akan bertumpu pada Kylian Mbappe, Vinicius Junior, dan Jude Bellingham. Ketiga pemain bintang tersebut tetap dipertahankan sebagai fondasi utama meski kombinasi lini depan ini dinilai belum maksimal di bawah arahan taktik sebelumnya.

Jose Mourinho dianggap sebagai profil yang tepat untuk mengelola ruang ganti yang diisi banyak pemain bintang. Reputasinya dalam manajemen pemain kelas dunia dan mentalitas juara menjadi alasan utama manajemen mempertimbangkan kembali jasanya.