Review Film Disclosure Day: Steven Spielberg Bermain dalam Filosofi dan Magis Sci-Fi

Sedang Trending 6 jam yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Steven Spielberg kembali mengeksplorasi "cinta sejatinya"—genre sci-fi—lewat karya terbaru, Disclosure Day yang tayang di bioskop Indonesia pada hari ini, Rabu (10/6/2026). Setelah film ikonis Close Encounters of the Third Kind (1977) dan E.T. the Extra-Terrestrial (1982), ia sekali lagi membedah topik alien, tapi dengan cara berbeda. Film dibuka dengan konfrontasi menegangkan Daniel Kellner (Josh O'Connor) dengan Noah Scanlon (Colin Firth), pimpinan Wardex, lembaga yang menyimpan sejumlah data rahasia. Data rahasia itu kini jatuh ke tangan Daniel.

Meski sempat berada di posisi terjepit, Daniel berhasil kabur dengan data-data penting tersebut, sekaligus menyelamatkan Jane (Eve Hewson), kekasih yang menjadi sandera. Jane yang kebingungan dengan situasi ini, menuntut pria ini menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. 

Sempat ragu, Daniel akhirnya membuka jati diri sekaligus isi data yang dibawanya. Ia seorang pakar cybersecurity yang sempat bekerja di Wardex, sampai akhirnya menyaksikan rahasia dalam organisasi itu, yakni rekaman kehadiran alien di bumi, hingga uji coba tak manusiawi yang dilakukan pemerintah.

Sepanjang pelariannya, Daniel dibantu Hugo (Colman Domingo) yang juga membelot dari Wardex, dan menyiapkan rencana besar. Pada saat bersamaan, seorang presenter segmen ramalan cuaca, Margaret Fairchild (Emily Blunt), mengalami kejadian yang tak bisa dijelaskan dengan logika. 

Sejak menyaksikan seekor burung merah masuk apartemennya, Margaret kerap meracau. Mulai dari bicara bahasa asing yang aslinya tak ia pahami, sampai mengungkap sejumlah fakta pribadi yang harusnya tak diketahui. Puncaknya, saat tampil live, Margaret justru mengeluarkan bebunyian aneh dari bibirnya, lalu pingsan. Kejadian ini viral, menarik perhatian Wardex yang kemudian memburunya. 

Margaret dan Aneka Kejanggalannya

Di sisi lain, nama asing—yang sekaligus terasa familier—muncul di benak Margaret: Daniel Kellner. Meski Jackson (Wyatt Russell) sang kekasih merasa tindakannya gila, Margaret berkeras mesti bertemu Daniel. Ia samar-samar merasa dituntun untuk menemukan pria ini. Apa sebenarnya yang terjadi?

>Sejujurnya, sebagai film, Disclosure Day terasa berbobot sekaligus ringan. Dibilang berbobot, karena dalam film berdurasi 145 menit ini, Steven Spielberg menghadirkan berbagai diskusi filosofis tentang apa yang akan terjadi di masyarakat dunia, bila keberadaan alien diungkap kepada publik.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  Siapkah manusia menerimanya? Apakah publik punya hak mengetahui rahasia sebesar ini, atau perlu lembaga yang menjadi "polisi" yang mengaturnya? Kalaupun ada pihak yang mengatur hal ini, kepentingan siapa yang mereka bela? Tak cuma diskursus di ranah etika, disentuh pula wilayah agama, tentang Tuhan dan ciptaan-Nya.  Meski porsi pertanyaan-pertanyaan filosofis ini cukup banyak dalam film, tapi Disclosure Day tetap bisa menghibur dengan selipan humor. Rasanya, mudah untuk terhibur melihat kelakuan impulsif Margaret yang terasa komikal. Dari caranya lolos dari tilang polisi, hingga menyiasati penjagaan standar militer yang ketat. Acungan jempol patut diberikan pada Emily Blunt, comedic timing-nya terasa pas dan tangkas.  Cerita juga memberi ruang untuk aksi laga tipis-tipis dan adu akal antara kedua belah pihak, sehingga tetap menghadirkan ketegangan yang membuat penonton terpaku di tempat duduk.