Revitalisasi SLBN Indramayu ubah kualitas belajar peserta didik

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan program revitalisasi satuan pendidikan di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Pahlawan Indramayu, Jawa Barat, tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman dan mendukung.

Revitalisasi tersebut mencakup rehabilitasi 12 ruang kelas dan satu unit toilet, serta pengadaan perabot seperti meja dan kursi murid, meja dan kursi guru, serta lemari penyimpanan di setiap kelas.

Guru sekaligus Ketua Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) tahun 2025, Yulius, mengungkapkan kondisi sekolah sebelum direvitalisasi cukup memprihatinkan. Ia menjelaskan sebagian bangunan yang berdiri sejak 1989 mengalami kerusakan serius, bahkan sempat terjadi bagian gedung yang roboh saat jam istirahat.

“Mulai dari tembok yang keropos, bau ruangan tidak nyaman, hingga debu yang bertebaran karena beton sudah lapuk. Itu sangat mengganggu proses belajar,” kata Yulius dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Rabu.

Setelah revitalisasi, kondisi sekolah berubah signifikan. Bangunan tidak hanya diperbaiki, tetapi juga disesuaikan dengan kebutuhan lingkungan dan peserta didik.

Atap bangunan ditinggikan untuk mengurangi panas, struktur diperkuat, serta aksesibilitas ditingkatkan agar ramah bagi pengguna kursi roda. Bagian belakang sekolah juga ditinggikan untuk mengantisipasi banjir yang sebelumnya sempat mengganggu kegiatan belajar.

“Sekarang sekolah ini sudah sangat berubah. Lebih nyaman, lebih aman, dan lebih sesuai untuk anak-anak,” ujarnya.

Kepala SLB Negeri Pahlawan Indramayu Wawan Darsa menambahkan bahwa proses revitalisasi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar karena melibatkan tenaga kerja lokal.

“Untuk tenaga kerja, kami menggunakan pekerja lokal, meskipun beberapa tukang kami didatangkan dari Cirebon karena kebutuhan pekerja yang cukup banyak. Total ada 28 orang tukang yang terlibat,” katanya.

Proses pembangunan berlangsung sekitar 10 pekan sejak pertengahan Agustus 2025.

Menurut Wawan, pendekatan tersebut sejalan dengan semangat program revitalisasi yang tidak hanya membangun infrastruktur sekolah, tetapi juga memberdayakan masyarakat di sekitarnya.

Baca juga: Kemendikdasmen prioritaskan peningkatan mutu SLB di Indonesia Timur

Baca juga: Menemukan rumah yang ramah untuk anak-anak istimewa di Sekolah Luar Biasa

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.