RI–Australia kolaborasi dorong transisi Net Zero Puskesmas Gorontalo

Sedang Trending 49 menit yang lalu
riset itu berlangsung selama dua tahun sejak Agustus 2025 melalui skema Partnership for Australia–Indonesia Research (PAIR).

Gorontalo (ANTARA) - Indonesia dan Australia berkolaborasi mendorong penguatan transisi menuju layanan kesehatan rendah emisi melalui riset pengembangan kerangka regulasi net zero untuk puskesmas di Gorontalo dan Sulawesi Utara.

Penelitian bertajuk "Green Health: Community Health Center Net Zero Transition Regulatory Framework" tersebut dipaparkan dalam kegiatan akademik di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Gorontalo, Kamis, dan dinilai relevan dengan agenda pembangunan berkelanjutan serta penguatan tata kelola kesehatan daerah.

Salah satu peneliti, Yowan Tamu menjelaskan riset itu berlangsung selama dua tahun sejak Agustus 2025 melalui skema Partnership for Australia–Indonesia Research (PAIR).

Dia menyebutkan penelitian tersebut melibatkan kolaborasi sejumlah perguruan tinggi dari kedua negara dengan University of Melbourne sebagai pemimpin konsorsium dari Australia.

Sementara mitra dari Indonesia terdiri atas Universitas Hasanuddin, Institut Teknologi Bandung, Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Sam Ratulangi.

“Penelitian ini tidak hanya berorientasi pada pengembangan akademik, tetapi juga diarahkan menghasilkan dampak nyata bagi tata kelola kesehatan di daerah,” kata Yowan.

Ia mengatakan tim peneliti tengah menyusun kerangka regulasi berbasis bukti yang dapat diterapkan di tingkat puskesmas untuk mendukung transisi menuju net zero emission pada layanan kesehatan primer.

Riset tersebut juga melibatkan berbagai mitra strategis, termasuk Bappeda Provinsi Gorontalo dan dinas kesehatan tingkat provinsi maupun kabupaten untuk mendukung integrasi hasil penelitian ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah.

Selain pemetaan regulasi, penelitian juga dilakukan melalui wawancara, diskusi kelompok terpumpun dan survei di sejumlah puskesmas dengan melibatkan sekitar 50 responden.

Tim peneliti menargetkan lahirnya rekomendasi kebijakan berbasis bukti terkait transisi net zero di fasilitas kesehatan primer, model insentif dekarbonisasi layanan kesehatan, hingga pendekatan sosial dan antropologis agar regulasi yang disusun sesuai dengan kondisi masyarakat lokal.

Deputi Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut berharap hasil riset kolaborasi itu dapat memberi dampak langsung bagi masyarakat.

“Semoga hasil penelitian ini bisa diterjemahkan menjadi dampak nyata,” katanya.

Baca juga: Estonia tawarkan kolaborasi transisi hijau dengan Indonesia

Baca juga: Astra Agro terapkan inisiatif lingkungan dukung Net Zero Emission

Pewarta: Faradila Alim
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.