Pelatih tim nasional Belanda Ronald Koeman resmi menunjuk Marten de Roon untuk menggantikan Jerdy Schouten yang mengalami cedera parah dalam skuad Piala Dunia 2026 pada Rabu, 27 Mei 2026.
Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Ronald Koeman dalam konferensi pers menyusul absennya gelandang PSV Eindhoven Jerdy Schouten yang harus menepi selama berbulan-bulan akibat cedera sejak awal April.
Ronald Koeman menilai Marten de Roon yang kini berusia 35 tahun merupakan sosok paling tepat untuk mengisi kekosongan posisi gelandang bertahan yang ditinggalkan Jerdy Schouten.
"Ik zie De Roon op het middenveld als een slot op de deur. De manier waarop hij die positie invult, kunnen de andere beschikbare middenvelders zoals Luciano Valente en Kees Smit niet", kata Ronald Koeman, Pelatih Timnas Belanda seperti dilansir dari rtl.nl.
Marten de Roon terakhir kali memperkuat De Oranje pada Maret 2024 dan sempat melewatkan Piala Eropa di Jerman karena cedera sebelum akhirnya tidak masuk dalam rencana jangka panjang tim.
"De Roon is een karaktergozer, dat kunnen we in de groep goed gebruiken", ujar Ronald Koeman.
Meskipun mengakui kepribadian Marten de Roon yang humoris, Ronald Koeman menegaskan bahwa penilaian utamanya tetap didasarkan pada performa dan kontribusi taktis di dalam lapangan pertandingan.
"En een lolbroek? Ja, ook een lolbroek. Maar als ik daarnaar ga kijken, kan ik nog heel veel anderen meenemen. Dan wordt het zelfs nog veel leuker. Maar binnen de lijnen heb je daar niets aan", tutur Ronald Koeman.
Pemanggilan Marten de Roon sekaligus menutup peluang bagi dua pemain muda, Luciano Valente dan Kees Smit, yang sebelumnya mengikuti pemusatan latihan mini di Zeist bersama Guus Til, Mark Flekken, Quinten Timber, dan Noa Lang.
Ronald Koeman menyampaikan keputusan pencoretan tersebut secara langsung kepada Kees Smit dan Luciano Valente di lapangan latihan Zeist pada Rabu pagi, sementara pemain lain dikabarkan melalui FaceTime.
"Het liefst had ik Valente en Smit allebei meengenomen", ucap Ronald Koeman seperti dilansir dari rtvnoord.nl.
Ronald Koeman menjelaskan bahwa dirinya harus mengambil keputusan tegas karena karakteristik permainan Luciano Valente dan Kees Smit berbeda dengan peran gelandang bertahan murni yang dimiliki Jerdy Schouten atau Marten de Roon.
"Maar het is wel een situatie waarin we keuzes moeten maken. Op het moment dat Jerdy Schouten wegvalt en ik naar m'n selectie kijk, kan ik Valente en Smit niet vergelijken met Schouten of De Roon, allebei echt controlerende middenvelders. En dat zijn Valente en Smit niet", kata Ronald Koeman.
Faktor kebugaran juga menjadi alasan lain di balik pencoretan Luciano Valente yang dinilai mengalami penurunan performa setelah menjalani musim yang padat bersama Feyenoord.
"En dan vind ik, in het geval van Luciano, dat hij minder fris oogt na een heel zwaar seizoen bij Feyenoord. in de november-periode was hij bijvoorbeeld een stuk beter en frisser dan in maart. En dan maak je keuzes", ujar Ronald Koeman.
Luciano Valente yang pindah dari FC Groningen ke Feyenoord pada musim panas lalu tercatat baru mengoleksi dua penampilan bersama timnas senior Belanda sebagai pemain pengganti saat melawan Lituania dan Ekuador.
Meski putranya gagal berangkat ke Amerika Serikat, Roberto Valente selaku ayah kandung Luciano Valente mengaku tetap bangga atas pencapaian sang anak yang mampu menembus daftar 40 pemain pilihan.
‘We vinden het juist fantastisch dat Luciano het al zover heeft geschopt’, kata Roberto Valente, Ayah Luciano Valente.
Roberto Valente menambahkan bahwa performa Luciano Valente bersama Feyenoord sepanjang musim ini sudah berjalan dengan sangat baik dan melampaui ekspektasi awal keluarga.
‘Hij heeft een fantastisch seizoen gedraaid. En boven verwachting, hè? Hij ging naar Feyenoord met het idea om eerst te wennen, maar uiteindelijk heeft hij het goed gedaan’, tutur Roberto Valente.
Roberto Valente menegaskan bahwa kegagalan ini tidak mengurangi kerja keras yang telah ditunjukkan oleh putranya selama masa persiapan bersama tim nasional.
‘Aan zijn inzet heeft het dan ook niet gelegen’, ucap Roberto Valente.
Roberto Valente berharap pengalaman ini dapat menjadi motivasi tambahan bagi Luciano Valente untuk tampil lebih baik bersama Feyenoord pada musim depan, khususnya di kompetisi Liga Champions.
‘Hij heeft er alles aan gedaan, en het is ook niet voor iedereen weggelegd, daar moet je heel erg trots op zijn. Hij hoort bij een lijst van veertig spelers, niet iedereen kan mee. Het is wat het is’, kata Roberto Valente.
Menurut Roberto Valente, situasi ini justru akan membentuk mentalitas yang lebih kuat bagi perkembangan karier sepak bola putranya di masa depan.
‘Het is voor volgend seizoen motivatie om het nog beter te doen. Sowieso om bij Feyenoord de focus te houden, je gaat Champions League spelen, je best doen, we zien wel’, tutur Roberto Valente.
Tim nasional Belanda dijadwalkan memulai pertandingan pertama mereka di Grup F Piala Dunia 2026 melawan Jepang pada 14 Juni di kota Dallas, Amerika Serikat, sebelum menghadapi Tunisia dan Swedia.
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·