Penyerang muda Indonesia, Ronaldo Kwateh, mengungkapkan rincian hambatan kariernya di Liga Turki akibat cedera lutut panjang dalam sebuah wawancara pada awal Mei 2026. Sosok berusia 21 tahun ini sempat menjadi fenomena saat mencetak rekor sebagai debutan termuda di Timnas Indonesia senior pada Januari 2022 lalu.
Perjalanan internasional pemain kelahiran Bantul tersebut bermula saat ia direkrut klub kasta kedua Turki, Bodrum FK, pada tahun 2023. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Bola, manajemen Madura United memberikan izin bagi Ronaldo untuk berkarier di luar negeri meski masih menyisakan kontrak panjang.
Penampilan impresif Ronaldo dengan torehan dua gol pada laga uji coba melawan Antalyaspor U-20 menarik minat serius dari pemandu bakat di Turki. Kesepakatan profesional akhirnya tercapai setelah agen sang pemain melakukan komunikasi intensif pasca Ronaldo genap berusia 18 tahun.
"Di Madura saya 1,5 tahun. Sebenarnya kontrak saya tuh empat tahun. Tapi karena ada perjanjian saya boleh bermain di luar negeri dan saya sangat berterima kasih sama Pak Achsanul dan manajemen," kata Ronaldo Kwateh, penyerang yang kini merumput di Thailand.
Ekspektasi tinggi untuk menembus skuat utama di kasta tertinggi sepak bola Turki harus terhenti akibat cedera ligamen lutut anterior (ACL). Musibah medis tersebut menimpa Ronaldo hanya lima hari sebelum keberangkatan menuju pemusatan latihan SEA Games 2023.
Kondisi ini memaksa Ronaldo menjalani proses pemulihan dan rehabilitasi selama delapan bulan di Turki untuk mengembalikan kebugaran fisiknya. Namun, kebijakan perombakan skuat yang dilakukan Bodrum FK setelah promosi ke Liga 1 Turki membuat posisinya di tim menjadi terancam.
Ketidakstabilan kondisi medis pascaoperasi menjadi alasan utama klub asal Turki tersebut memutuskan untuk melepas Ronaldo Kwateh. Setelah sempat bergabung dengan Semen Padang pada musim 2025, mantan penggawa Madura United itu kini memilih untuk melanjutkan tantangan baru di kompetisi Liga Thailand.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·