Moskow (ANTARA) - Perusahaan nuklir milik Rusia, Rosatom, mulai mengisi bahan bakar ke dalam reaktor unit pembangkit pertama di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Rooppur, Bangladesh, Selasa.
"Pengisian bahan bakar nuklir tersebut baru dimulai di unit pembangkit pertama di PLTN Rooppur (kontraktor umum dan perancang umum adalah Divisi Teknik Perusahaan Energi Atom Negara Rosatom). Fase itu menjadi yang pertama dalam kerangka tahap pengoperasian utama unit pembangkit tersebut," menurut pernyataan Rosatom.
Acara pengisian bahan bakar nuklir tersebut dihadiri CEO Rosatom Alexey Likhachev dan Menteri Sains dan Teknologi Bangladesh Fakir Mahbub Anam, yang memberikan izin secara simbolis untuk mulai mengisi bahan bakar ke reaktor PLTN Rooppur.
Sebanyak 163 instalasi bahan bakar nuklir akan ditempatkan ke dalam inti reaktor. Kemudian, reaktor dibawa ke level pengawasan minimum sebelum meningkatkan daya pembangkit secara bertahap. Selanjutnya, listrik yang dihasilkan akan ditransmisikan ke jaringan listrik Bangladesh.
CEO Likhachev mengatakan Bangladesh kini telah bergabung dengan kelompok negara-negara yang menggunakan energi nuklir untuk tujuan damai guna memajukan pembangunan berkelanjutan.
"PLTN Rooppur pasti akan menjadi elemen terpenting dari sistem energi di Bangladesh. Bagi Rosatom, proyek ini merupakan langkah penting dalam mengembangkan tenaga nuklir damai serta memperkuat hubungan persahabatan dengan mitra asing kami. Kami senang dapat berpartisipasi dalam pembangunan PLTN modern dan andal bersama dengan teman-teman Bangladesh dan kami dapat melihat prospek kerja sama lebih lanjut," jelas Likhachev.
Sementara itu, Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi mengucapkan selamat kepada Bangladesh dan Rosatom atas pencapaian tersebut.
Grossi mengatakan kerja sama itu membuka babak baru bagi Bangladesh dan energi bersih akan mendukung pertumbuhan ekonomi di negara Asia Selatan tersebut.
IAEA mendukung program nuklir Bangladesh sejak awal, kata Grossi. Selama peninjauan pra-operasional pada Agustus 2025 dan langkah-langkah advisori, lanjutnya, IAEA memastikan pembangunan PLTN Rooppur dilakukan sesuai dengan standar keselamatan tertinggi.
PLTN pertama milik Bangladesh, yang dilengkapi dengan dua reaktor VVER-1200 dengan kapasitas gabungan 2.400 MW, dibangun sekitar 99 mil dari Ibu Kota Dhaka, berdasarkan kontrak umum tertanggal 25 Desember 2015.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Pusat Energi ASEAN-Rosatom teken MoU penggunaan energi nuklir damai
Baca juga: Rosatom pertimbangkan bangun pembangkit nuklir di Bulan
Baca juga: Rosatom Rusia mulai fase utama evakuasi staf dari Iran
Penerjemah: Fransiska Ninditya
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·