Pelatih UD Almeria Rubi menegaskan ambisinya untuk membawa tim naik lebih tinggi di klasemen Segunda Division setelah memetik kemenangan atas CD Mirandes pada Senin, 4 Mei 2026. Hasil ini mengamankan posisi klub di zona promosi langsung ke kasta tertinggi Liga Spanyol.
Kemenangan di Stadion Juegos Mediterraneos tersebut menandai poin ke-70 bagi Almeria sekaligus menjadi kemenangan kandang kedelapan mereka musim ini. Rubi mengakui bahwa timnya harus berjuang keras di tengah tekanan persaingan empat pekan terakhir liga yang sangat kompetitif.
"Partido muy complicado, a estas alturas todos los que nos estamos jugando cosas ponemos todo en el asador. El equipo ha pasado en la primera parte en una situación muy extraña, que en dos minutos te igualen. Ha habido fases que hemos embotellado al rival" kata Rubi, Pelatih Almeria.
Sang pelatih menyoroti dinamika pertandingan yang sempat menyulitkan timnya pada babak pertama. Namun, ia merasa puas karena skuat asuhannya berhasil berada di posisi yang mereka targetkan sejak awal musim.
"70 puntos y octava victoria en casa. El equipo está donde queríamos estar, no hay nadie que no esté sufriendo para sacar sus partidos" ujar Rubi, Pelatih Almeria.
Strategi pergantian pemain dan penyesuaian taktik dilakukan Rubi saat turun minum untuk meredam serangan lawan. Ia menginstruksikan para pemain sayap untuk lebih menutup area dalam guna membatasi ruang gerak lateral lawan yang sempat melukai pertahanan mereka.
"En el descanso hemos hablando que nos estaban creando mucha dificultad. Nos han hecho daño, hemos hablando de que los bandas cerraran a dentro. Por la derecha nos hacían daño por el lateral. Que sintiera el equipo que había sido una situación extraña" tegas Rubi, Pelatih Almeria.
Mengenai kondisi fisik pemain, Rubi menjelaskan bahwa ia selalu meminta pemain untuk tetap bertahan di lapangan selama mungkin. Ia juga memuji Thalys yang masuk menggantikan pemain yang mengalami masalah fisik mendadak.
"Siempre les digo que por favor no pidan el cambio, es verdad que a veces hay una molestia inesperada. Sé que si sale Thalys va a ser bueno, que te da también desmarques de ruptura, pero ha dicho un momento que no podía más" jelas Rubi, Pelatih Almeria.
Almeria sempat tertekan karena bermain paling akhir dibandingkan rival promosi lainnya yang sudah menang terlebih dahulu. Rubi menilai pengendalian emosi menjadi kunci penting bagi tim yang sedang berjuang di papan bawah namun menunjukkan performa apik.
"Este equipo está abajo pero lo está haciendo bien, en el control de las emociones va a ser un continuo. Nos ha tocado jugar últimos que también te obliga, rivales nuestros te habían adelantado. Es el lunes y no llega nunca el partido. Hemos esperado nuestro momento" ujar Rubi, Pelatih Almeria.
Terkait gol cepat lawan, Rubi menganggap hal itu sebagai kelebihan tim lawan meski prosesnya terasa aneh bagi Almeria. Kebobolan dua gol dalam waktu singkat di awal laga sempat memberikan tekanan mental kepada para pemainnya.
"Lo primero un mérito del rival. El rival juga juega, un poquito hay de todo. Añadiría también cómo ha empezado el partido, te sientes mal. En un cuarto de hora hemos encajado dos goles, tampoco se veía venir. Tampoco te vas perdiendo" kata Rubi, Pelatih Almeria.
Rubi menambahkan bahwa insiden kebobolan di menit awal jauh lebih baik daripada terjadi di akhir pertandingan. Ia juga memberikan pandangannya mengenai insiden penalti yang terjadi dalam laga tersebut.
"Si te pasa lo que nos ha pasado hoy es mejor que te pase en el minuto 18 que en el noventa. El partido ha sido muy extraño. Le doy mérito al rival. Sobre el penalti me da la sensación de que toca primero balón y luego al futbolista" tutur Rubi, Pelatih Almeria.
Kini Almeria bersiap menghadapi laga tandang yang diprediksi akan berjalan sengit. Rubi mengungkapkan bahwa Morcillo dipilih sebagai eksekutor penalti karena daftar penendang utama sedang berada di luar lapangan.
"Tenemos escuadrones batallando con nosotros, vamos por el buen camino. En Burgos va a ser una batalla guapa. Respecto al penalti todos los lanzadores estaban fuera. Era Morcillo o Thalys, Morcillo estaba decidido" pungkas Rubi, Pelatih Almeria.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·