Washington (ANTARA) - Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat Marco Rubio mengatakan anggota Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) sepakat menyusun skenario terkait Selat Hormuz apabila tidak tercapai kesepakatan dengan Iran.
"Kami harus mulai memikirkannya, saya mengangkat poin itu hari ini. Saya mendapat banyak anggukan persetujuan. Kami harus memiliki rencana B jika ada pihak yang mulai menembak," kata Rubio kepada wartawan pada Jumat (22/5).
Sebelumnya, pada hari yang sama, Rubio menghadiri pertemuan menlu anggota NATO di Swedia.
Pada 1 April, Presiden AS Donald Trump mengatakan serius mempertimbangkan menarik AS dari NATO setelah para sekutu menolak bergabung dalam perang AS dan Israel melawan Iran.
Baca juga: AS puji Swedia sebagai "sekutu teladan" NATO, ingin perkuat kerja sama
Trump tidak lagi memandang Eropa sebagai mitra pertahanan yang dapat diandalkan setelah negara-negara Eropa menolak seruannya untuk mengirim kapal perang ke jalur perairan strategis tersebut.
Kemudian, pada 9 April, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengatakan beberapa anggota aliansi itu "sedikit lamban" dalam mendukung kampanye militer AS terhadap Iran, karena tidak mendapat pemberitahuan sebelumnya dari Trump.
Namun, Rutte menambahkan hampir semua sekutu AS kini telah memberikan dukungan yang diminta Washington.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Rubio desak NATO berkomitmen tingkatkan produksi pertahanan
Baca juga: Rubio: Ada sedikit kemajuan soal Iran dan Hormuz
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
52 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·