Rupiah Ambruk ke Level Rp 17.600 per dolar AS

Sedang Trending 1 jam yang lalu

NILAI tukar rupiah ambruk ke level Rp 17.600 per dolar Amerika Serikat pada periode long weekend, Jumat, 15 Mei 2026. Berdasarkan data Google, rupiah sempat menyentuh level Rp 17.602 pada Sabtu pagi, 16 Mei 2026.

Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Asuaibi menilai pelemahan rupiah dipengaruhi oleh memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah. Faktor lainnya, yaitu arah kebijakan suku bunga bank sentral AS atau The Fed.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Kepemimpinan The Fed sendiri telah beralih ke Kevin Warsh dari Jerome Powell. “Ada kemungkinan besar melihat inflasi yang begitu besar di Amerika, harga gasoline yang terus mengalami kenaikan yang cukup signifikan ini berdampak terhadap inflasi, ada kemungkinan besar di tahun 2026 bank sentral Amerika tidak akan menurunkan suku bunga,” ucap Ibrahim dalam keterangannya pada Jumat, 15 Mei 2026.

Sementara itu dari segi internal, Ibrahim mengatakan Bank Indonesia hanya bisa melakukan intervensi di pasar internasional selama perdagangan libur di momen long weekend. Hal ini membuat dampak transaksi valuta asing di pasar luar negeri begitu besar terhadap rupiah.

Ibrahim memprediksi rupiah bisa melemah hingga ke level Rp 18 ribu per dolar AS pada akhir Mei 2026. Jika level tersebut tercapai, kata dia, nilai tukar bisa melemah hingga ke level Rp 22 ribu per dolar AS.

Jika rupiah menembus level Rp 18 ribu per dolar AS atau bahkan Rp 22 ribu per dolar AS, Ibrahim memperkirakan Bank Indonesia akan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate pada Juni mendatang. “Bisa saja (kenaikanya) 25 basis poin sampai 50 basis poin, tujuannya adalah untuk menestabilkan mata uang rupiah,” tuturnya.