Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) merosot hingga menyentuh level terendah sepanjang sejarah pada perdagangan Selasa, 12 Mei 2026. Mata uang Garuda kini menembus angka Rp17.510 per dolar AS.
Dilansir dari Bloombergtechnoz, pelemahan signifikan ini menempatkan rupiah sebagai mata uang dengan kinerja terburuk kedua di Asia sepanjang tahun berjalan (year-to-date/ytd), tepat di bawah Rupee India.
Data Bloomberg menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2026, rupiah telah mengalami depresiasi sebesar 4,75 persen. Angka ini hanya sedikit lebih baik dibandingkan India yang mencatatkan penurunan sebesar 6,02 persen.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan euforia pertumbuhan ekonomi domestik yang berada di angka 5,61 persen. Pada perdagangan hari ini pukul 10:10 WIB, mata uang Ibu Pertiwi terpantau terdepresiasi sebesar 0,56 persen.
| -6.02 | -4.75 |
| -4.24 | -3.43 |
| -2.75 | -0.58 |
| -0.51 | -0.31 |
Faktor Penyebab Pelemahan Rupiah
Tekanan terhadap mata uang nasional dipicu oleh kombinasi faktor eksternal dan kondisi internal. Ketidakpastian geopolitik global yang memicu kenaikan harga minyak mentah menjadi salah satu beban berat bagi rupiah.
Dari sisi domestik, pasar merespons negatif ketidakpastian kebijakan pemerintah serta struktur pertumbuhan ekonomi yang dianggap terlalu bergantung pada belanja negara. Hal ini memicu kekhawatiran investor yang kemudian melepas aset berdenominasi rupiah.
Sentimen global juga diperburuk oleh dinamika hubungan antara Amerika Serikat dan Iran yang saling bertukar proposal. Situasi ini membuat pelaku pasar cenderung mengambil posisi aman atau risk-off, mengingat peluang perdamaian dinilai masih sangat kecil.
Kinerja Mata Uang Regional Lainnya
Selain rupiah dan rupee, sejumlah mata uang di kawasan Asia juga mengalami tekanan meskipun tidak sedalam dua mata uang tersebut. Peso Filipina mencatatkan penurunan sebesar 4,24 persen sepanjang tahun ini.
Sementara itu, Won Korea Selatan mengalami koreksi sebesar 3,43 persen dan Baht Thailand melemah 2,75 persen. Di sisi lain, mata uang seperti Dolar Hong Kong, Yen Jepang, dan Dolar Taiwan menunjukkan ketahanan yang lebih baik dengan koreksi di bawah 1 persen.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·